Keluarga Pasien Bantah Perawat RSUD Haryoto Datang Saat Batuk Darah: Datang Setelah Ibu Meninggal - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 8 Agu 2026 16:02 WIB ·

Keluarga Pasien Bantah Perawat RSUD Haryoto Datang Saat Batuk Darah: Datang Setelah Ibu Meninggal


 Keluarga Pasien Bantah Perawat RSUD Haryoto Datang Saat Batuk Darah: Datang Setelah Ibu Meninggal Perbesar

Lumajang, – Polemik pelayanan RSUD dr Haryoto Lumajang kembali memanas. Samsul Arifin, keluarga pasien yang sebelumnya mengeluhkan pelayanan rumah sakit, membantah pernyataan Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang, dr. Wawan Arwijanto, mengenai respons perawat ketika ibunya mengalami batuk darah.

Samsul menyampaikan bantahan tersebut melalui komentar di sejumlah unggahan Facebook. Ia mengatakan perawat tidak datang ketika dirinya melaporkan kondisi ibunya yang mengalami batuk darah.

“Diklarifikasi bahwa perawat datang saat pasien batuk berdarah, tapi nyatanya saat ibuku batuk darah saya laporan ke perawat tapi suruh nunggu dan tak ada perawat yang datang,” tulis Samsul, dalam komentar itu, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Samsul, kondisi ibunya kemudian semakin memburuk. Saat pasien mengalami sesak napas, keluarga mengaku panik dan meminta agar ibunya mendapatkan tindakan nebulizer. Namun, menurut Samsul, perawat kembali tidak datang.

“Sampai ibuku sesak, karena kami panik kami minta ibuku di nebul tapi perawatnya tak datang,” tulisnya.

Kondisi pasien kemudian semakin kritis hingga mengalami muntah darah hebat. Samsul mengatakan ibunya akhirnya meninggal dunia.
Ia menegaskan perawat baru datang setelah ibunya tidak tertolong.

“Sampai akhirnya ibu saya muntah darah hebat dan meninggal, baru perawatnya datang,” tulis Samsul.

Samsul mengatakan persoalan yang ia pertanyakan bukan semata-mata apakah nebulizer merupakan tindakan yang tepat untuk kondisi ibunya.

“Setidaknya kalau memang tindakan nebul bukan solusi, setidaknya ada perawat yang datang dan memeriksa lebih lanjut keadaan ibu saya,” ujarnya.

Menurut Samsul, keluarga membutuhkan respons tenaga kesehatan ketika kondisi pasien berubah dan bukan sekadar menunggu.

“Nyatanya perawat datang pas ibuku sudah tiada,” tulisnya.

Pernyataan Samsul tersebut berbeda dengan penjelasan Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang, dr. Wawan Arwijanto. Sebelumnya Wawan mengatakan, ketika pasien tiba-tiba mengalami batuk darah, perawat langsung datang dan memberikan pertolongan.

“Perawat sudah datang, sudah memberikan pertolongan saat itu juga pada saat ada keluhan dari pasien. Hanya hasilnya tidak seperti yang diharapkan,” kata Wawan, Kamis (7/8/2026).

Artikel ini telah dibaca 920 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

29 Persen Jalan Tertangani, Lumajang Terus Percepat Perbaikan Infrastruktur

30 September 2026 - 07:32 WIB

110 Ruas Masuk Kategori Rusak Berat, Pemkab Lumajang Prioritaskan Tempeh-Gesang

30 September 2026 - 07:30 WIB

110 Ruas Jalan di Lumajang Rusak Berat, Total Panjang Jalan Kabupaten Capai 1.090 Kilometer

29 September 2026 - 17:12 WIB

Trending di Daerah