Pendopo Desa Banyu Putih Kidul di Kecamatan Jatiroto kini tampil dengan wajah baru. Namun, keberadaan bangunan tersebut tidak hanya menambah fasilitas pemerintahan desa. Lebih jauh, masyarakat berharap pendopo itu menjadi ruang bersama untuk mendapatkan pelayanan, bermusyawarah, dan mengembangkan berbagai gagasan.
Bupati Lumajang Indah Amperawati meresmikan pendopo tersebut pada Sabtu (22/8/2026) malam. Selain meresmikan fasilitas baru, Bunda Indah juga mengapresiasi semangat gotong royong yang mendorong pemerintah desa dan masyarakat mewujudkan pembangunan tersebut.
Bunda Indah Kagum dengan Pendopo Baru
Bunda Indah mengaku terkesan ketika melihat bangunan Pendopo Desa Banyu Putih Kidul. Bahkan, ia mengibaratkan kemegahan bangunan tersebut dengan suasana Istana Negara.
“Hari ini rasanya saya seperti sedang berada di Istana Negara, karena balai desanya seperti istana,” ujar Bunda Indah.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kekompakan pemerintah desa dan masyarakat. Ketika keduanya bekerja bersama, berbagai pembangunan dapat berjalan dan memberikan kebanggaan bagi warga.
“Ini menunjukkan bahwa kalau kepala desa dan masyarakatnya kompak, banyak hal yang bisa diwujudkan. Bukan hanya membangun gedung yang bagus, tetapi juga membangun kebanggaan dan semangat masyarakat terhadap desanya,” katanya.
Karena itu, pembangunan pendopo tidak hanya mencerminkan keberhasilan membangun fasilitas fisik. Lebih penting lagi, proses tersebut menunjukkan adanya kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat.
Pendopo Harus Jadi Rumah Bersama
Namun demikian, Bunda Indah mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh menilai sebuah fasilitas publik hanya dari bentuk bangunannya. Setelah peresmian, pemerintah desa perlu menghidupkan fungsi pendopo agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
Ia berharap pendopo dapat mendukung pelayanan pemerintahan desa sekaligus menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berkegiatan, bermusyawarah, dan menyampaikan gagasan.
“Pendopo ini jangan hanya menjadi bangunan yang megah. Jadikan tempat ini sebagai rumah bersama masyarakat, tempat memberikan pelayanan yang terbaik, tempat bermusyawarah, dan tempat melahirkan berbagai gagasan untuk kemajuan Desa Banyu Putih Kidul,” tuturnya.
Dengan demikian, pendopo dapat menjalankan fungsi yang lebih luas. Pemerintah desa dapat memberikan pelayanan kepada warga, sementara masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan membahas berbagai kebutuhan lingkungan.
Pelayanan Publik Jadi Fungsi Utama
Di sisi lain, kehadiran fasilitas yang representatif dapat mendukung kenyamanan pelayanan pemerintahan desa. Warga dapat memanfaatkan pendopo sebagai ruang komunikasi dengan pemerintah desa, termasuk ketika menyampaikan kebutuhan dan membahas rencana pembangunan.
Selain itu, ruang tersebut dapat mendukung berbagai kegiatan masyarakat. Pertemuan warga, musyawarah desa, kegiatan sosial, hingga forum pengembangan gagasan dapat berlangsung di tempat yang lebih nyaman.
Dengan fungsi tersebut, keberadaan pendopo tidak berhenti sebagai simbol pembangunan. Sebaliknya, pemerintah desa dapat menjadikannya sebagai ruang yang aktif melayani masyarakat dan mendorong partisipasi warga.
Warga Diajak Ikut Merawat
Bunda Indah juga mengajak masyarakat menjaga dan merawat pendopo tersebut. Menurutnya, pembangunan akan memberikan manfaat lebih panjang apabila masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap fasilitas yang mereka gunakan bersama.
“Terima kasih kepada kepala desa dan seluruh masyarakat Banyu Putih Kidul. Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. Mari kita jaga bersama, karena apa yang dibangun ini pada akhirnya adalah untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Karena itu, masyarakat memiliki peran penting setelah pembangunan selesai. Warga tidak hanya menggunakan fasilitas tersebut, tetapi juga ikut menjaga kebersihan, keamanan, dan keberlangsungannya.
Dari Gotong Royong untuk Pelayanan Warga
Pada akhirnya, Pendopo Desa Banyu Putih Kidul membawa harapan baru bagi pelayanan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap fasilitas tersebut dapat mendukung pelayanan desa sekaligus memberikan ruang yang nyaman bagi berbagai aktivitas warga.
Lebih dari sekadar bangunan, pendopo tersebut dapat menjadi simbol kebersamaan masyarakat Banyu Putih Kidul. Di tempat itu, pelayanan berjalan, gagasan tumbuh, musyawarah berlangsung, dan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara langsung.
Dengan semangat gotong royong, pembangunan yang telah dilakukan bersama diharapkan terus memberikan manfaat. Sebab, keberhasilan sebuah fasilitas publik bukan hanya terlihat dari megahnya bangunan, tetapi juga dari seberapa besar masyarakat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Tinggalkan Balasan