Lumajang, – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Lumajang mengalami fluktuasi sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Setelah mencapai puncak 5.126 kasus pada April, jumlah kasus sempat turun selama dua bulan sebelum kembali meningkat pada Juli.
Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang mencatat 4.819 kasus ISPA pada Mei. Angka tersebut kembali turun menjadi 4.681 kasus pada Juni.
Namun, penurunan itu tidak berlanjut. Pada Juli, jumlah kasus ISPA kembali meningkat menjadi 4.821 kasus. Setelah itu, kasus kembali turun pada Agustus menjadi 4.533 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, dr. Marshall Trihandono, mengatakan perubahan jumlah kasus tersebut tetap perlu dipantau untuk memperoleh gambaran perkembangan penyakit di masyarakat.
“Kalau kita melihat datanya, kasus ISPA memang mengalami fluktuasi setiap bulan. Temuan kasus di April adalah puncaknya, angkanya temuan kasus ISPA di Bulan Mei hingga agustus masih di bawah angka 5.000. Namun, kami tetap melakukan pemantauan karena yang utama bukan hanya melihat angka temuan dalam satu bulan, tetapi bagaimana perkembangannya dari waktu ke waktu,” kata Marshall, Rabu (23/9/2026).
Menurut Marshall, pemantauan dilakukan melalui sistem surveilans penyakit. Pelaporan rutin dari fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bahan analisis untuk melihat pola persebaran penyakit dan perubahan yang perlu mendapat perhatian.
“Surveilans ini penting untuk melihat pola penyakit di lapangan. Dengan pelaporan rutin, kami bisa mengetahui apabila ada perubahan yang perlu menjadi perhatian dan kemudian melakukan respons sesuai kondisi yang ditemukan,” katanya.
Data tersebut menunjukkan jumlah kasus ISPA tidak terus bergerak dalam satu arah. Setelah mencapai 5.126 kasus pada April, jumlah kasus turun menjadi 4.819 pada Mei dan 4.681 pada Juni. Kasus kemudian kembali naik menjadi 4.821 pada Juli, sebelum kembali turun menjadi 4.533 kasus pada Agustus.
Disamping itu, angka dalam satu bulan tidak menjadi satu-satunya ukuran, karena perkembangan kasus dari waktu ke waktu juga menjadi perhatian dalam membaca kondisi kesehatan masyarakat.
Masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan diri maupun lingkungan, serta menerapkan etika batuk dan bersin.
“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap menjaga kewaspadaan. Biasakan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Jika muncul keluhan yang menetap atau kondisi semakin berat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan