Cabe Jamu Naik Daun, Petani Lumajang Kebanjiran Order - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 3 Apr 2026 15:42 WIB ·

Cabe Jamu Naik Daun, Petani Lumajang Kebanjiran Order


 Cabe Jamu Naik Daun, Petani Lumajang Kebanjiran Order Perbesar

Lumajang, – Di tengah geliat pertanian yang terus mencari komoditas unggulan, cabe jawa atau yang kerap disebut cabe jamu justru diam-diam menunjukkan tajinya.

Permintaan pasar yang terus meningkat membuat tanaman ini semakin diminati, bahkan menjadi ladang cuan bagi petani di daerah.

Salah satunya dirasakan Rosyid, petani asal Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Dari lahan pekarangan seluas setengah hektar, ia berhasil membudidayakan cabe jawa yang kini tak pernah sepi peminat.

Setiap musim panen tiba, Rosyid nyaris tak perlu khawatir soal pemasaran. Hasil panennya selalu terserap pasar. Bahkan, tak jarang permintaan datang sebelum masa panen berlangsung.

“Permintaan selalu ada, bahkan kadang sudah dipesan sebelum panen,” katanya, Jumat (3/4/2026).

Di lahannya, sekitar 800 batang cabe jawa tumbuh subur. Tanaman ini mulai bisa dipanen setelah berusia lima bulan. Setelah itu, panen dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali dengan hasil yang cukup melimpah, mencapai hingga 2 kuintal dalam sekali panen.

Tingginya permintaan tak lepas dari peran cabe jawa sebagai bahan baku industri jamu dan pengobatan tradisional. Kebutuhan yang stabil membuat harga jualnya relatif tinggi dan cenderung menguntungkan bagi petani.

Untuk cabe jawa kering, harga jual saat ini mencapai sekitar Rp 95 ribu per kilogram. Dengan harga tersebut, Rosyid mampu meraup penghasilan hingga sekitar Rp 7 juta setiap bulannya.

Awalnya, usaha ini hanya berangkat dari ide sederhana: memanfaatkan lahan pekarangan yang kurang produktif. Namun seiring waktu, budidaya cabe jawa justru berkembang menjadi sumber penghasilan utama.

“Awalnya hanya coba-coba dari lahan yang tidak produktif,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Berburu Oleh-Oleh Lebaran, Kerajinan Tangan Khas Lumajang Jadi Buruan Pemudik

27 Maret 2026 - 11:43 WIB

Tantangan dan Strategi UMKM Lumajang di Tengah Gelombang Produk Impor

24 Maret 2026 - 11:50 WIB

Pemkab Lumajang Perluas Warung Pengendali Inflasi, Beras dan Minyak Dijual Lebih Murah

9 Maret 2026 - 18:11 WIB

Pasar Murah Ramadan, Warga Lumajang Bisa Dapat Sayur dan Sembako Lebih Murah

2 Maret 2026 - 18:23 WIB

Musim Hujan Tidak Menghalangi Untung, Harga Blewah di Lumajang Naik Saat Ramadan

25 Februari 2026 - 09:46 WIB

Dari Rp40.000 ke Rp125.000, Lonjakan Harga Cabai Rawit Bikin Pembeli Terkejut

23 Februari 2026 - 17:17 WIB

Trending di Bisnis