Lumajang, – Di balik ramainya wisatawan dan polemik tiket, Air Terjun Tumpak Sewu di Pronojiwo membawa berkah ganda bagi Lumajang. Selain menggerakkan ekonomi warga sekitar, destinasi unggulan ini menyetor pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 150 juta per bulan ke kas daerah, meningkat 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan lonjakan PAD tersebut merupakan hasil dari penataan sistem pengelolaan, penguatan pengawasan, dan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap aktivitas ekonomi di kawasan wisata berkontribusi bagi daerah.
“Ketika potensi daerah dikelola dengan sistem yang jelas dan pengawasan yang konsisten, manfaat fiskalnya akan kembali ke masyarakat,” katanya, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan pendapatan dari sektor wisata akan dikembalikan kepada masyarakat untuk membiayai pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Indah juga menekankan pentingnya pajak dari sektor wisata sebagai alternatif untuk meningkatkan PAD, terutama karena keterbatasan dana transfer dari pemerintah pusat. “Situasinya memang saat ini pemerintah
harus memutar otak bagaimana agar PAD meningkat karena dana transfer kita dipotong, salah satu alternatifnya wisata ini,” jelasnya.
Selain itu, Indah menegaskan pengelolaan Wisata Tumpak Sewu diarahkan pada prinsip keberlanjutan. Pemerintah memastikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kepatuhan terhadap regulasi. Fasilitas penunjang wisata di kawasan Pronojiwo kini semakin lengkap, mulai dari homestay, rumah makan, hingga kendaraan wisata.
“Jadi, ini selain berkah untuk PAD juga berkah untuk masyarakat Lumajang,” pungkasnya.
Meski diwarnai polemik tiket, Air Terjun Tumpak Sewu kini bukan hanya menjadi ikon pariwisata Lumajang, tetapi juga sumber pemasukan miliaran rupiah setiap tahun sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Tinggalkan Balasan