Surabaya, – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pemerintah akan memprioritaskan penyelesaian persoalan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebelum melanjutkan rencana pengembangan jalur kereta cepat hingga Surabaya.
AHY menyampaikan langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya restrukturisasi keuangan yang saat ini tengah dibahas bersama berbagai pihak terkait.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan proyek kereta cepat yang sudah berjalan dapat diselesaikan secara tuntas sebelum merancang pengembangan jalur baru.
“Kenapa ini penting? Karena sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta–Surabaya, bahkan bisa saja sampai dengan Banyuwangi seperti arahan Presiden Prabowo Subianto, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB tuntas,” kata AHY di Kantor Staf Kepresidenan, saat dikutip pada Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan pembahasan restrukturisasi tersebut telah dilakukan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Rosan Roeslani, serta sejumlah pemangku kepentingan lain.
Menurut AHY, setelah persoalan finansial proyek kereta cepat yang ada dapat diselesaikan, pemerintah baru akan menyusun langkah lebih serius terkait pengembangan jalur kereta cepat dari Jakarta menuju Surabaya.
Kajian tersebut juga melibatkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia agar proyek dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Ia menambahkan, jalur kereta cepat yang lebih panjang akan membuat kecepatan kereta hingga 350 kilometer per jam dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dengan jarak perjalanan yang lebih jauh, efisiensi waktu tempuh akan lebih terasa dibandingkan jalur yang relatif pendek.
AHY bahkan menilai proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya berpotensi menjadi terobosan besar bagi konektivitas dan pembangunan wilayah. Jika jalur tersebut terealisasi, perjalanan antara Jakarta dan Surabaya diperkirakan dapat ditempuh sekitar tiga jam.
“Kalau Jakarta-Surabaya bisa ditempuh kurang lebih tiga jam dengan kereta, saya rasa ini akan mengubah peta pembangunan sekaligus menghadirkan pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur tersebut,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan