Universitas Lumajang dan 7 Kampus Lain Tarik Mahasiswa KKN dari Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 8 Agu 2025 15:48 WIB ·

Universitas Lumajang dan 7 Kampus Lain Tarik Mahasiswa KKN dari Lumajang


 Universitas Lumajang dan 7 Kampus Lain Tarik Mahasiswa KKN dari Lumajang Perbesar

Lumajang, – Delapan perguruan tinggi termasuk Universitas Lumajang dan Universitas Jember memutuskan untuk menarik seluruh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif dari Kabupaten Lumajang. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan aspek keselamatan dan kenyamanan mahasiswa di lapangan menyusul terjadinya kasus pencurian yang meresahkan.

Total 1.328 mahasiswa yang sebelumnya disebar ke 102 desa di wilayah Kabupaten Lumajang dijadwalkan akan kembali ke kampus masing-masing mulai Sabtu, 9 Agustus 2025. Penarikan massal ini merupakan hasil keputusan bersama antara para penanggung jawab kegiatan KKN dari delapan perguruan tinggi yang terlibat.

Kedelapan kampus tersebut yaitu:

• Universitas Jember (Unej)

• Universitas Lumajang

• Universitas Islam Negeri KH. Achmad Shidiq Jember

• Universitas Islam Jember

• STKIP PGRI Lumajang

• STIA Pembangunan Lumajang

• Universitas PGRI Argopuro Jember

• Politeknik Kesehatan Jember

Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Universitas Lumajang, Eko Romadhon, menjelaskan bahwa keputusan penarikan mahasiswa tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui rapat besar yang melibatkan seluruh perwakilan kampus.

Baca juga: Unej Tarik 1.070 Mahasiswa KKN dari Lumajang Usai Dua Kasus Pencurian

“Kami tidak ingin mengambil risiko lebih besar. Ini menyangkut keamanan mahasiswa. Apalagi pencurian terjadi di lokasi yang seharusnya menjadi tempat paling aman seperti balai desa dan rumah kepala desa,” jelas Eko di Posko KKN Desa Padang, Jumat (8/8/25).

Menurut Eko, pihak kampus sebenarnya sangat mendukung kegiatan KKN sebagai bentuk pengabdian masyarakat, namun keamanan menjadi faktor utama yang tidak bisa dikompromikan.

“Kalau hanya masalah teknis biasa, mungkin bisa dievaluasi sambil jalan. Tapi ini menyangkut rasa aman anak-anak kami di lapangan. Maka kami sepakat untuk menghentikan KKN ini lebih awal,” tegasnya.

Baca juga: Rentetan Pencurian Motor Mahasiswa KKN di Lumajang, Keamanan Peserta Pengabdian Dipertanyakan

Ia juga menyebutkan, saat ini delapan kampus tengah mengevaluasi kemungkinan untuk tidak lagi menjadikan Kabupaten Lumajang sebagai lokasi KKN di tahun berikutnya.

“Belum diputuskan, tapi kita sedang pikirkan apakah tahun depan akan tetap ke Lumajang atau mencari lokasi yang lain. Semua tergantung pada komitmen pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menjamin keamanan,” tambahnya.

Sebelumnya, beberapa laporan pencurian barang milik mahasiswa KKN mengemuka, bahkan terjadi di fasilitas umum desa yang selama ini dianggap aman. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa dan pihak kampus.

Kegiatan KKN kolaboratif ini awalnya diharapkan menjadi ajang sinergi antarperguruan tinggi sekaligus sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa. Namun, gangguan keamanan yang tak kunjung teratasi justru mengganggu jalannya program dan berdampak pada kredibilitas daerah sebagai lokasi pengabdian masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 114 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bareskrim Polri Sita Emas Batangan, Dokumen, dan Alat Elektronik dari Dugaan PETI

20 Februari 2026 - 14:59 WIB

Bareskrim Polri Geledah Rumah di Surabaya, Amankan 4 Boks Barang Bukti TPPU dari Kasus PETI

20 Februari 2026 - 14:54 WIB

Jam Kerja ASN Kota Malang Turun Jadi 32,5 Jam per Pekan Selama Ramadan

20 Februari 2026 - 14:38 WIB

BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

20 Februari 2026 - 14:28 WIB

Polsek Jabung Ungkap Kondisi Korban Tewas di Sungai, Mulut Tersumpal, Tangan Terikat

20 Februari 2026 - 14:19 WIB

Bank Indonesia Jember Siapkan Rp1,9 Triliun Uang Baru untuk Lebaran 2026

20 Februari 2026 - 13:51 WIB

Trending di Daerah