1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses? - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 2 Okt 2026 11:00 WIB ·

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?


 1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses? Perbesar

Lumajang, – Sebanyak 1.974 permohonan santunan kematian telah diajukan warga Kabupaten Lumajang hingga September 2026.

Dari jumlah tersebut, 1.688 pengajuan sudah dicairkan, sedangkan 286 lainnya masih dalam proses di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, mengatakan proses pencairan untuk ratusan pengajuan tersebut masih berlangsung di BPKD.

“Sampai saat ini yang sudah mengajukan 1.974, yang 1.688 sudah cair, sisanya masih proses di BPKD,” katanya, Jumat (2/10/2026).

Dengan jumlah santunan sebesar Rp1 juta untuk setiap penerima, pencairan terhadap 1.688 pengajuan tersebut mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

“Anggaran yang sudah keluar sesuai programnya setiap pencairan Rp1 juta, berarti sudah sekitar Rp1,6 miliar,” jelasnya.

Indriono memastikan tidak ada pengajuan yang ditolak dari 1.688 permohonan yang telah disalurkan. Menurut dia, pengajuan tersebut telah melewati proses verifikasi di tingkat kecamatan dan pemadanan data di Dinsos P3A.

“Dari jumlah 1.688 itu sudah disalurkan dan tidak ada yang ditolak karena sudah melalui proses verifikasi di kecamatan dan pemadanan di Dinsos,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Kabupaten Lumajang Vidia Prayuasmi mengatakan pengajuan santunan kematian terus masuk dari berbagai wilayah kecamatan.

Menurut Vidia, jumlah pengajuan dari setiap kecamatan berbeda. Ada wilayah yang mengirimkan satu permohonan dalam sehari, sementara wilayah lain dapat mengajukan beberapa permohonan.

“Hampir setiap hari ada. Dari seluruh wilayah kecamatan,” kata Vidia, Selasa, (30/9/2026).

Vidia mengatakan setiap permohonan tidak langsung mendapatkan santunan. Dinsos P3A terlebih dahulu melakukan verifikasi administrasi untuk memastikan pengajuan memenuhi ketentuan.

Dinsos P3A, kata dia, tidak menjadi pengelola anggaran santunan kematian. Dinas tersebut berperan melakukan verifikasi dan memfasilitasi pengajuan masyarakat.

Sementara kewenangan anggaran berada pada BPKD. Santunan kematian masuk dalam pos belanja tidak terduga karena kebutuhan pembiayaannya tidak dapat dipastikan sejak awal.

“Kebetulan santunan kematian ini bagian dari belanja tidak terduga. Jadi tidak terencana,” ujar Vidia.

Dengan demikian, dari total 1.974 pengajuan yang tercatat, sebanyak 1.688 telah dicairkan dan 286 masih berada dalam proses di BPKD. Hingga kini, belum ada keterangan bahwa 286 pengajuan tersebut ditolak.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Saat Sumur Mengering, Warga Lumajang Terpaksa Membeli Air Rp 160 Ribu

11 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Karnaval Kandangtepus Lumajang Sajikan Tarian Tradisional dari Sabang hingga Merauke

10 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Bupati Sebut Bonus Asian Games, Emas Rp50 Juta dan Perunggu Rp30 Juta

9 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Peringati HUT ke-54, Desa Jatigono Lumajang Gelar Pawai dan Grebeg Gunungan

9 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Truk Hino Tanpa STNK dan SIM Terlibat Kecelakaan di Candipuro Lumajang

8 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wabup Lumajang Dorong Masjid Nurul Huda Jadi Pusat Pendidikan Al-Qur’an Anak

8 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Trending di Daerah