Warung Kopi Kayubi dan Cerita Secangkir Kopi dari Tanah Lumajang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Gaya Hidup · 7 Okt 2026 11:05 WIB ·

Warung Kopi Kayubi dan Cerita Secangkir Kopi dari Tanah Lumajang


 Warung Kopi Kayubi dan Cerita Secangkir Kopi dari Tanah Lumajang Perbesar

Lumajang, – Ada banyak cara untuk mengenal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bisa dengan menyusuri kaki Gunung Semeru, menikmati air terjun, menjelajahi kawasan pegunungan, atau sekadar berhenti sejenak menikmati secangkir kopi.

Lumajang dengan Gunung Semeru memiliki kekayaan alam yang melimpah. Selain menjadi salah satu daerah tujuan wisata, wilayah ini juga dikenal memiliki berbagai hasil perkebunan, salah satunya kopi.

Bagi sebagian orang, kopi bukan sekadar minuman. Di dalam secangkir kopi terdapat cerita tentang tanah, perkebunan, petani, hingga daerah tempat kopi itu tumbuh.

Cerita itu pula yang coba dihadirkan Warung Kopi Kayubi, yang berada di Jalan Hasanuddin Nomor 33, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang.

Warung ini menawarkan sejumlah pilihan kopi dengan cita rasa dan asal yang berbeda.

Owner Warung Kopi Kayubi, Sabil, mengatakan salah satu kopi yang tersedia adalah kopi hitam robusta asli Lumajang.

“Kopi Lumajang asli,” ujar Sabil, Rabu (7/10/2026).

Kopi hitam robusta Lumajang tersebut dapat dinikmati dengan harga Rp5.000 per cangkir.

“Selain kopi Lumajang, pengunjung juga dapat mencoba Kopi Kayubi yang berasal dari Malang. Kopi tersebut ditawarkan dengan harga Rp6.000 per cangkir,” kata dia.

“Ada pula Es Kopi Juara yang berasal dari Senduro dengan harga Rp8.000,” tambahnya.

Bagi pengunjung yang lebih menyukai cita rasa kopi yang berpadu dengan susu, tersedia kopi susu dengan harga Rp10.000.

Pilihan minuman itu membuat Warung Kopi Kayubi tidak hanya menawarkan satu jenis kopi. Pengunjung dapat memilih minuman sesuai selera sembari menikmati suasana dan berbincang bersama teman.

Tidak hanya itu, kopi juga dapat menjadi teman setelah wisatawan menjelajahi sejumlah destinasi di Lumajang.

Daerah yang berada di sekitar Gunung Semeru itu memiliki banyak tujuan wisata alam.

“Panorama pegunungan, air terjun, hingga kawasan pedesaan menjadi bagian dari perjalanan wisata di Lumajang,” kata Sabil.

Setelah perjalanan, secangkir kopi bisa menjadi jeda sederhana.

“Di Warung Kopi Kayubi, pengunjung juga dapat memesan sejumlah makanan ringan untuk menemani kopi. Sabil menyebut beberapa di antaranya kentang, sosis, nugget dan mi instan,” jelasnya.

Kata dia, pilihan tersebut membuat pengunjung tidak harus datang hanya untuk menikmati kopi. Mereka juga bisa duduk lebih lama, berbincang, atau sekadar melepas lelah.

Gunung Semeru memberikan lanskap yang menjadi identitas daerah. “Sementara hasil bumi dari tanah Lumajang menghadirkan cita rasa yang dapat dinikmati dalam bentuk yang lebih sederhana,” tururnya.

Secangkir kopi kemudian menjadi penghubung antara alam dan kehidupan masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Kaki Gunung Semeru, Sumber Telu Menyimpan Cerita Air, Salak, dan Tradisi Warga

13 September 2026 - 10:12 WIB

Kapas Biru di Mata Wisatawan China: Ketika Alam Menjadi Daya Tarik Utama

11 September 2026 - 10:29 WIB

Kaki Tak Lagi Utuh, Semangat Tak Pernah Patah: Nanik Menjaga Usaha Warisan Sejak 1946

26 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Bupati Lumajang: Jangan Ngaku Orang Indonesia Kalau Belum ke Tumpak Sewu

20 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Sedekah Desa hingga Agrowisata, Bukit Jenggolo Mulai Dilirik Wisatawan Luar Daerah

16 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Dikemas Jadi Tape Fest, Pemdes Bidik Event Tahunan di Bukit Jenggolo

16 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Trending di Daerah