Lumajang, – Ada banyak cara untuk mengenal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bisa dengan menyusuri kaki Gunung Semeru, menikmati air terjun, menjelajahi kawasan pegunungan, atau sekadar berhenti sejenak menikmati secangkir kopi.
Lumajang dengan Gunung Semeru memiliki kekayaan alam yang melimpah. Selain menjadi salah satu daerah tujuan wisata, wilayah ini juga dikenal memiliki berbagai hasil perkebunan, salah satunya kopi.
Bagi sebagian orang, kopi bukan sekadar minuman. Di dalam secangkir kopi terdapat cerita tentang tanah, perkebunan, petani, hingga daerah tempat kopi itu tumbuh.
Cerita itu pula yang coba dihadirkan Warung Kopi Kayubi, yang berada di Jalan Hasanuddin Nomor 33, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang.
Warung ini menawarkan sejumlah pilihan kopi dengan cita rasa dan asal yang berbeda.
Owner Warung Kopi Kayubi, Sabil, mengatakan salah satu kopi yang tersedia adalah kopi hitam robusta asli Lumajang.
“Kopi Lumajang asli,” ujar Sabil, Rabu (7/10/2026).
Kopi hitam robusta Lumajang tersebut dapat dinikmati dengan harga Rp5.000 per cangkir.
“Selain kopi Lumajang, pengunjung juga dapat mencoba Kopi Kayubi yang berasal dari Malang. Kopi tersebut ditawarkan dengan harga Rp6.000 per cangkir,” kata dia.
“Ada pula Es Kopi Juara yang berasal dari Senduro dengan harga Rp8.000,” tambahnya.
Bagi pengunjung yang lebih menyukai cita rasa kopi yang berpadu dengan susu, tersedia kopi susu dengan harga Rp10.000.
Pilihan minuman itu membuat Warung Kopi Kayubi tidak hanya menawarkan satu jenis kopi. Pengunjung dapat memilih minuman sesuai selera sembari menikmati suasana dan berbincang bersama teman.
Tidak hanya itu, kopi juga dapat menjadi teman setelah wisatawan menjelajahi sejumlah destinasi di Lumajang.
Daerah yang berada di sekitar Gunung Semeru itu memiliki banyak tujuan wisata alam.
“Panorama pegunungan, air terjun, hingga kawasan pedesaan menjadi bagian dari perjalanan wisata di Lumajang,” kata Sabil.
Setelah perjalanan, secangkir kopi bisa menjadi jeda sederhana.
“Di Warung Kopi Kayubi, pengunjung juga dapat memesan sejumlah makanan ringan untuk menemani kopi. Sabil menyebut beberapa di antaranya kentang, sosis, nugget dan mi instan,” jelasnya.
Kata dia, pilihan tersebut membuat pengunjung tidak harus datang hanya untuk menikmati kopi. Mereka juga bisa duduk lebih lama, berbincang, atau sekadar melepas lelah.
Gunung Semeru memberikan lanskap yang menjadi identitas daerah. “Sementara hasil bumi dari tanah Lumajang menghadirkan cita rasa yang dapat dinikmati dalam bentuk yang lebih sederhana,” tururnya.
Secangkir kopi kemudian menjadi penghubung antara alam dan kehidupan masyarakat.
Tinggalkan Balasan