Kekeringan Belum Berakhir, Lumajang Perpanjang Tanggap Darurat hingga 11 Desember - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 13 Okt 2026 09:15 WIB ·

Kekeringan Belum Berakhir, Lumajang Perpanjang Tanggap Darurat hingga 11 Desember


 Kekeringan Belum Berakhir, Lumajang Perpanjang Tanggap Darurat hingga 11 Desember Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang memperpanjang masa tanggap darurat bencana kekeringan hingga 11 Desember 2026.

Keputusan ini diambil karena musim kemarau masih berlangsung dan krisis air bersih belum teratasi di enam kecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengatakan perpanjangan status tanggap darurat berlaku mulai 8 Oktober hingga 11 Desember 2026.

“Jadi, untuk tanggap darurat kekeringan sudah kita perpanjang sejak tanggal 8 Oktober sampai 11 Desember 2026,” kata dia, Selasa (13/10/2026).

Enam kecamatan yang masih mengalami krisis air bersih tersebut adalah Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro.

Sebelumnya, pemerintah daerah menetapkan masa tanggap darurat kekeringan selama 90 hari, yang dalam data BPBD disebut berlaku hingga 7 Oktober 2026. Namun, berakhirnya masa tersebut belum menghentikan dampak kemarau di sejumlah wilayah.

Selama perpanjangan status darurat, BPBD tetap menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak. Sebanyak enam truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter disiagakan untuk mendistribusikan air setiap hari.

Menurut Isnugroho, berdasarkan laporan yang diterima, terdapat target 250 titik distribusi air bersih. Penyaluran masih berlangsung dengan dukungan relawan.

“Jadi, untuk update titik kekeringan itu berdasarkan laporan ada target 250 titik dropping, dan sampai saat ini distribusi air masih lancar dibantu relawan juga,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk membantu penanganan krisis air bersih selama masa tanggap darurat.

Isnugroho memperkirakan musim kemarau di Lumajang mulai berakhir pada Desember 2026. Meski demikian, BPBD berharap hujan turun lebih awal agar kondisi kekeringan dapat segera teratasi.

“Semoga prediksi BMKG tidak meleset, awal November sudah hujan, walaupun di Lumajang prediksinya Desember. Kalau itu terjadi dan kekeringan bisa teratasi, otomatis tanggap darurat akan dihentikan,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Lumajang Sebut Belum Ada Petunjuk PPPK Paruh Waktu Diangkat Menjadi PNS

13 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Saat Sumur Mengering, Warga Lumajang Terpaksa Membeli Air Rp 160 Ribu

11 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Karnaval Kandangtepus Lumajang Sajikan Tarian Tradisional dari Sabang hingga Merauke

10 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Bupati Sebut Bonus Asian Games, Emas Rp50 Juta dan Perunggu Rp30 Juta

9 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Peringati HUT ke-54, Desa Jatigono Lumajang Gelar Pawai dan Grebeg Gunungan

9 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Truk Hino Tanpa STNK dan SIM Terlibat Kecelakaan di Candipuro Lumajang

8 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Trending di Daerah