Lumajang, – Pos Pengamatan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mencatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 65 milimeter pada Senin (2/11/2026).
Getaran tersebut berlangsung selama enam jam atau 21.600 detik setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan gunung tersebut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, mengatakan getaran banjir tercatat dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
“Pada periode pengamatan Senin pukul 00.00-06.00 WIB tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 65 mm dan lama gempa 21.600 detik atau enam jam,” kata Agastya dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Selain getaran banjir, Pos Pengamatan Gunung Semeru juga mencatat aktivitas kegempaan lainnya. Terdapat satu kali gempa guguran dengan amplitudo 6 milimeter dan lama gempa 115 detik.
“Petugas juga merekam 14 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-25 milimeter dan lama gempa berkisar 31-153 detik,” ujarnya.
Berdasarkan pengamatan visual, Gunung Semeru tertutup kabut sehingga asap kawah tidak teramati. Cuaca dilaporkan hujan dengan angin lemah mengarah ke barat dan barat laut. Suhu udara di sekitar gunung berkisar 19-21 derajat Celsius.
Agastya menjelaskan, Gunung Semeru masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan sejumlah rekomendasi untuk mengantisipasi potensi bahaya aktivitas vulkanik.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.
PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga mengancam sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.
Tinggalkan Balasan