Lumajang, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mencatat sejumlah kerusakan rumah dan infrastruktur akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru, Senin (2/11/2026).
Dampak sementara, tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian teras, sedangkan 10 rumah lainnya terancam mengalami kerusakan serupa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan laporan tersebut dihimpun dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD yang melakukan pemantauan di sejumlah wilayah terdampak.
“Dampak sementara terdapat 3 rumah dengan teras ambruk dan 10 rumah yang terancam mengalami kerusakan pada bagian teras. Kemudian, warga terdampak banjir genangan di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, diperkirakan kurang lebih 500 jiwa,” kata Yudhi.
Selain kerusakan rumah, banjir juga mengakibatkan akses jalan Purorejo-Tamansari Bawah sepanjang kurang lebih 100 meter terputus. Kondisi tersebut membuat akses menuju wilayah itu tidak bisa dilalui.
Yudhi juga menyampaikan bahwa jembatan penghubung Malang-Lumajang tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Akses jalan Purorejo-Tamansari Bawah sepanjang kurang lebih 100 meter dilaporkan putus. Akses jembatan penghubung Malang-Lumajang tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi banjir lahar di Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, menjadi perhatian setelah beredar unggahan di media sosial Threads.
Dalam unggahan akun @mariayollanda_ pada Senin pagi sekitar pukul 06.37 WIB, aliran lahar disebut telah mendekati permukiman warga hingga sekitar 5 meter.
Pemilik akun juga menyebut kondisi jalan di sekitar lokasi sudah tidak terlihat akibat aliran banjir. Namun, informasi jarak tersebut berasal dari unggahan media sosial.
Tinggalkan Balasan