Lumajang, – Banjir lahar Gunung Semeru menyebabkan jembatan limpas di Sungai Glidik, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tidak bisa dilalui pada Senin, (2/11/2026).
Akibatnya, warga di dua rukun tetangga (RT) terisolasi karena akses keluar lingkungan mereka terputus.
Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru memicu peningkatan aliran banjir lahar di sejumlah daerah aliran sungai (DAS).
Salah satunya terjadi di Sungai Glidik yang berada di wilayah Desa Purorejo.
Salah seorang warga setempat, Sudibyo, mengatakan ketinggian air telah melampaui permukaan jembatan limpas.
“Untuk jembatan limpas, untuk sementara tidak bisa dilalui karena air sudah di atas jembatan,” kata dia.
Dia menjelaskan, warga yang terdampak berada di RT 02 dan RT 03 RW 07 Desa Purorejo. Mereka tidak bisa keluar dari lingkungan tempat tinggal karena jembatan limpas tersebut tidak dapat dilalui.
“Yang terdampak yakni warga RT 02 dan RT 03 di RW 07 Desa Purorejo,” kata Dibyo.
Aktivitas warga diperkirakan kembali normal setelah banjir lahar Gunung Semeru di Sungai Glidik surut. Untuk sementara, warga harus menunggu hingga kondisi aliran sungai memungkinkan untuk dilalui.
Banjir lahar tersebut juga terekam oleh alat seismograf di Pos Pengamatan Gunung Semeru dengan amplitudo maksimum 40 milimeter.
Tinggalkan Balasan