Tanggul Sungai Glidik Jebol Diterjang Banjir Lahar Semeru, Warga Diminta Menjauh - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 2 Nov 2026 14:14 WIB ·

Tanggul Sungai Glidik Jebol Diterjang Banjir Lahar Semeru, Warga Diminta Menjauh


 Tanggul Sungai Glidik Jebol Diterjang Banjir Lahar Semeru, Warga Diminta Menjauh Perbesar

Lumajang, – Tanggul Sungai Glidik di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, jebol setelah diterjang banjir lahar hujan dari Gunung Semeru, Senin (2/11/2026).

Warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi kawasan sungai saat banjir lahar terjadi.

Banjir lahar berwarna kecokelatan pekat itu mengalir dengan arus deras sambil membawa material kayu dan batu. Detik-detik aliran banjir tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV.

Sungai Glidik yang berada di sisi selatan Gunung Semeru bukan satu-satunya daerah aliran sungai yang diterjang banjir lahar.

Aliran material vulkanik juga terjadi di Besuk Kobokan, Kali Lanang, dan Besuk Sat.

Banjir terjadi setelah kawasan puncak Gunung Semeru diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu malam.

Aktivitas aliran banjir tersebut juga terekam seismograf milik Pos Pengamatan Gunung Api Semeru dengan amplitudo maksimum mencapai 65 milimeter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan banjir lahar membawa material vulkanik Semeru dengan volume cukup besar.

“DAS Semeru, kalau Glidik sampai melewati jembatan, kalau lihat akses tersebut dengan amplitudo 65 mm. Banjir ini juga membawa material Semeru,” ujarnya.

Hingga kini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. BPBD Lumajang mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar tidak mendekati aliran banjir lahar.

Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas sejauh 500 meter dari sempadan sungai yang dialiri banjir lahar.

“Kami mengimbau agar masyarakat di sekitar DAS waspada saat terjadi banjir lahar,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sebanyak 1.100 Warga Terdampak Banjir Lumajang, 117 KK di Tempursari Terisolasi

2 November 2026 - 17:48 WIB

Puluhan Siswa SDN Jugosari 3 Terisolasi Banjir Lahar Semeru, Pembelajaran Dialihkan Daring

2 November 2026 - 17:26 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Tempursari Lumajang, Separuh Badan Jalan Kabupaten Terkikis

2 November 2026 - 16:34 WIB

Sempat Lumpuh akibat Longsor, Jalur Malang-Lumajang Kini Kembali Normal

2 November 2026 - 15:47 WIB

Hujan Deras Picu Banjir Lahar Semeru, Penambang Pasir Diminta Menjauh dari DAS

2 November 2026 - 15:07 WIB

BPBD Catat Kerusakan Rumah dan Jalan akibat Banjir Lahar Semeru di Lumajang

2 November 2026 - 14:38 WIB

Trending di Nasional