Hujan Deras Picu Banjir Lahar Semeru, Penambang Pasir Diminta Menjauh dari DAS - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 2 Nov 2026 15:07 WIB ·

Hujan Deras Picu Banjir Lahar Semeru, Penambang Pasir Diminta Menjauh dari DAS


 Hujan Deras Picu Banjir Lahar Semeru, Penambang Pasir Diminta Menjauh dari DAS Perbesar

Lumajang, – Hujan deras di kawasan hulu Gunung Semeru memicu banjir lahar dingin yang menerjang sejumlah daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sejak Minggu malam hingga Senin (2/11/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang meminta penambang pasir menghentikan aktivitas sementara di kawasan sungai.

Banjir lahar tersebut membawa material sisa erupsi Gunung Semeru yang terbawa aliran air hujan dari kawasan hulu menuju hilir.

Derasnya aliran bahkan menyebabkan tanggul di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, jebol hingga memutus akses jalan antarwilayah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan pihaknya menyiagakan personel di sejumlah titik daerah aliran sungai untuk mengantisipasi kemungkinan banjir lahar susulan.

Yudhi mengingatkan masyarakat, terutama para penambang pasir yang beraktivitas di kawasan DAS Semeru, agar tidak mendekati aliran sungai selama kondisi belum aman.

“Imbauan kepada masyarakat khususnya penambangan di kawasan DAS Semeru untuk tidak melakukan aktivitas sementara. Karena tidak menutup kemungkinan adanya susulan banjir lahar,” kata Yudhi.

Sementara itu, warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Johan, mengatakan tanda-tanda banjir lahar mulai terasa sejak Minggu sekitar pukul 23.00 WIB ketika hujan lebat mengguyur kawasan tersebut.

Menurut Johan, suara gemuruh dari aliran sungai terdengar sangat keras. Suaranya bahkan menyerupai aktivitas mesin pabrik.

“Kayak pabrik gitu, gemuruh gludug gludug,” ujar Johan saat dihubungi.

Johan menjelaskan banjir terjadi akibat akumulasi air hujan deras di kawasan hulu yang mengalir ke hilir sambil membawa endapan material sisa erupsi Gunung Semeru.

“Air hujan itu jadi satu dan mengalir di aliran lahar sambil membawa material,” jelasnya.

Meski membawa material vulkanik, Johan memastikan aliran yang melintas merupakan lahar dingin sehingga tidak bersuhu panas.

“Kalau yang ini tidak (panas) karena lahar dingin. Tadi pagi saya lihat di kamar A, tidak ada yang terdampak di sini,” pumgkasnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sebanyak 1.100 Warga Terdampak Banjir Lumajang, 117 KK di Tempursari Terisolasi

2 November 2026 - 17:48 WIB

Puluhan Siswa SDN Jugosari 3 Terisolasi Banjir Lahar Semeru, Pembelajaran Dialihkan Daring

2 November 2026 - 17:26 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Tempursari Lumajang, Separuh Badan Jalan Kabupaten Terkikis

2 November 2026 - 16:34 WIB

Sempat Lumpuh akibat Longsor, Jalur Malang-Lumajang Kini Kembali Normal

2 November 2026 - 15:47 WIB

BPBD Catat Kerusakan Rumah dan Jalan akibat Banjir Lahar Semeru di Lumajang

2 November 2026 - 14:38 WIB

Tanggul Sungai Glidik Jebol Diterjang Banjir Lahar Semeru, Warga Diminta Menjauh

2 November 2026 - 14:14 WIB

Trending di Nasional