Lumajang, – Banjir lahar hujan Gunung Semeru merusak infrastruktur pengairan pertanian di Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Sudetan Dam Klerek di Desa Gesang dilaporkan rusak dan putus setelah diterjang banjir lahar pada Senin (2/11/2026).
Kerusakan tersebut berdampak pada jaringan irigasi yang mengairi sekitar 250 hektare lahan pertanian di tiga desa. Ketiga desa itu meliputi Gesang dengan luas lahan 50 hektare, Pulo 100 hektare, dan Jatisari 100 hektare.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, mengatakan kerusakan sudetan menyebabkan distribusi air ke sejumlah lahan pertanian terganggu.
Meski demikian, tidak seluruh lahan kehilangan pasokan air. “Sekitar 50 persen lahan masih bisa mendapatkan air melalui bangunan optimalisasi yang berada di Desa Gesang,” kata dia, Jumat (6/11/2026).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Kemarin saya sudah bertemu dengan BBWS. Rencananya, untuk penanganan mendesak akan dibuatkan bronjong guna mengarahkan aliran air,” katanya.
Selain di Kecamatan Tempeh, banjir lahar Semeru juga merusak jaringan irigasi di Kecamatan Tempursari.
“Satu unit irigasi perpipaan mengalami kerusakan, sedangkan saluran sekunder yang mengairi 70 hektare sawah tertimbun material lahar,” ungkapnya.
Gangguan tersebut membuat pasokan air untuk puluhan hektare sawah di Tempursari terancam berkurang.
“Banjir lahar juga menyebabkan 4,5 hektare lahan pertanian di Tempursari dipastikan gagal panen. Luasan itu terdiri atas 2 hektare tanaman padi, 1 hektare jagung, 1 hektare pisang, dan 0,5 hektare cabai,” tuturnya.
Tinggalkan Balasan