Sudetan Dam Klerek Putus Diterjang Lahar Semeru, 250 Hektare Lahan Pertanian Terdampak - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 6 Nov 2026 11:27 WIB ·

Sudetan Dam Klerek Putus Diterjang Lahar Semeru, 250 Hektare Lahan Pertanian Terdampak


 Sudetan Dam Klerek Putus Diterjang Lahar Semeru, 250 Hektare Lahan Pertanian Terdampak Perbesar

Lumajang, – Banjir lahar hujan Gunung Semeru merusak infrastruktur pengairan pertanian di Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Sudetan Dam Klerek di Desa Gesang dilaporkan rusak dan putus setelah diterjang banjir lahar pada Senin (2/11/2026).

Kerusakan tersebut berdampak pada jaringan irigasi yang mengairi sekitar 250 hektare lahan pertanian di tiga desa. Ketiga desa itu meliputi Gesang dengan luas lahan 50 hektare, Pulo 100 hektare, dan Jatisari 100 hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, mengatakan kerusakan sudetan menyebabkan distribusi air ke sejumlah lahan pertanian terganggu.

Meski demikian, tidak seluruh lahan kehilangan pasokan air. “Sekitar 50 persen lahan masih bisa mendapatkan air melalui bangunan optimalisasi yang berada di Desa Gesang,” kata dia, Jumat (6/11/2026).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Kemarin saya sudah bertemu dengan BBWS. Rencananya, untuk penanganan mendesak akan dibuatkan bronjong guna mengarahkan aliran air,” katanya.

Selain di Kecamatan Tempeh, banjir lahar Semeru juga merusak jaringan irigasi di Kecamatan Tempursari.

“Satu unit irigasi perpipaan mengalami kerusakan, sedangkan saluran sekunder yang mengairi 70 hektare sawah tertimbun material lahar,” ungkapnya.

Gangguan tersebut membuat pasokan air untuk puluhan hektare sawah di Tempursari terancam berkurang.

“Banjir lahar juga menyebabkan 4,5 hektare lahan pertanian di Tempursari dipastikan gagal panen. Luasan itu terdiri atas 2 hektare tanaman padi, 1 hektare jagung, 1 hektare pisang, dan 0,5 hektare cabai,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPBD Lumajang Larang Warga Tempati Rumah Rusak akibat Lahar Semeru

6 November 2026 - 10:58 WIB

Wisata Tumpak Sewu Siagakan Tim Evakuasi untuk Antisipasi Ancaman Banjir

5 November 2026 - 14:22 WIB

Awan Panas Semeru Meluncur hingga 4,5 Kilometer, BPBD Lumajang Tingkatkan Kesiagaan

5 November 2026 - 11:52 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 700 Meter, Awan Panas Guguran Terekam Selama 3 Menit 44 Detik

5 November 2026 - 09:37 WIB

BPBD Lumajang Perkuat Sistem Mitigasi Semeru, Fokus pada Pemantauan dan Keselamatan Warga

5 November 2026 - 09:21 WIB

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Trending di Nasional