Karya Sastra - Palestina Masih Ada Karya : Farida Susanti - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Hiburan · 18 Des 2023 09:22 WIB ·

Karya Sastra – Palestina Masih Ada Karya : Farida Susanti


 Karya Sastra – Palestina Masih Ada Karya : Farida Susanti Perbesar

Lumajang 18 Desember 2023

Diantara ketidakberdayaan dan secercah harapan
Tertimbun oleh reruntuhan kebiadaban

Terpampang gambaran sebuah bangsa yang tertindas
Anak-anak tak berdosa harus kehilangan alam bebas

Ilustrasi Tim AI Lensa Warta

Ilustrasi Tim AI Lensa Warta

Beradu aneka teriakan dari semangat pemuda kelaparan
Tumbang oleh rentetan tembakan

Isak, tangis, derita, air mata
Menunggu sebuah kepastian
Biarlah menggema ke seluruh dunia
Bahwa Palestina masih ada

Baca Juga : 4 Atlet Paralimpik Lumajang Borong 8 Medali di Keparprov Jatim 2023

Puisi ini berjudul “Palestina Masih Ada” dan ditulis oleh Farida Susanti pada 17 Desember 2023. Puisi ini menggambarkan penderitaan dan perjuangan rakyat Palestina yang hidup di bawah penjajahan dan kekerasan Israel. Puisi ini terdiri dari empat bait, dengan setiap bait memiliki dua baris.

Bait pertama menunjukkan kontras antara ketidakberdayaan dan secercah harapan yang dirasakan oleh rakyat Palestina. Mereka hidup di antara reruntuhan kebiadaban yang dilakukan oleh Israel, seperti pemboman, penembakan, dan penghancuran rumah-rumah mereka.

Ilustrasi Tim AI Lensa Warta

Ilustrasi Tim AI Lensa Warta

Bait kedua menampilkan gambaran sebuah bangsa yang tertindas oleh Israel, yang mengingkari hak-hak dasar dan kemerdekaan mereka. Anak-anak tak berdosa harus kehilangan alam bebas mereka, yaitu tanah air mereka yang dicuri dan diduduki oleh Israel.

Baca Juga : Gelar Drag Bike, IMI Lumajang Ingin Pembalap Lumajang Berprestasi

Bait ketiga menggambarkan beradu aneka teriakan dari semangat pemuda kelaparan yang berani melawan penjajah. Namun, mereka harus tumbang oleh rentetan tembakan yang membunuh dan melukai mereka.

Bait keempat mengungkapkan isak, tangis, derita, dan air mata yang mengalir dari rakyat Palestina yang menunggu sebuah kepastian tentang nasib mereka. Mereka berharap agar seluruh dunia mendengar dan membantu mereka. Mereka juga menegaskan bahwa Palestina masih ada, meskipun menghadapi segala kesulitan dan tantangan.

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GSP Siapkan Jembatan Musisi Lumajang Tembus Industri Musik Nasional

29 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Karnaval Gucialit Dongkrak UMKM dan PKL, Kadin Lumajang Dorong Digelar Rutin

29 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Partilibur Caravan 2026 Hadir di Batu, 105 Penampil dan Konsep Festival yang Tak Biasa

10 Agustus 2026 - 12:32 WIB

BPC HIPMI Lumajang Kolaborasi Dengan Komunitas RCL untuk Memperkenalkan Pariwisata di Lumajang

4 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dari Laut ke Keheningan, Makna Sakral Melasti hingga Catur Brata Penyepian

18 Maret 2026 - 23:15 WIB

Trending di Daerah