Segoro Topeng Kali Wungu Masuk KEN 2025, Tantangan Besar bagi EO Lokal Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 11 Mei 2025 14:35 WIB ·

Segoro Topeng Kali Wungu Masuk KEN 2025, Tantangan Besar bagi EO Lokal Lumajang


 Segoro Topeng Kali Wungu Masuk KEN 2025, Tantangan Besar bagi EO Lokal Lumajang Perbesar

Lumajang, – Gelaran budaya Segoro Topeng Kali Wungu yang berhasil menembus program Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 menjadi kebanggaan Lumajang sekaligus momentum penting untuk mempromosikan budaya dan pariwisata daerah.

Namun, di balik prestasi ini, terdapat persoalan serius yang mengancam keberlanjutan dan keaslian event tersebut, dominasi event organizer (EO) dari luar daerah yang mengelola acara ini, sementara EO dan sanggar seni lokal justru sulit mendapatkan ruang bersaing.

Ketua Kadin Lumajang, Agus Setiawan, mengatakan, agar tahun ini diadakan mekanisme bidding atau beauty contest yang transparan untuk memberi kesempatan kepada EO dan sanggar lokal mengajukan konsep mereka.

Menurut Agus, keterlibatan pelaku lokal bukan hanya soal keadilan, melainkan kunci utama keberlanjutan pariwisata berbasis budaya.

“Segoro Topeng Kali Wungu seharusnya menjadi wadah pengembangan seni budaya yang melibatkan pelaku lokal secara penuh, bukan sekadar panggung hiburan yang dikelola oleh pihak luar,” tegas Agus, Minggu (11/5/25).

Ia menambahkan, tanpa pemberdayaan EO dan sanggar lokal, potensi ekonomi kreatif masyarakat sekitar sulit berkembang optimal.

Fenomena ini mencerminkan kegagalan paradigma pengelolaan pariwisata Lumajang yang masih terjebak pada pendekatan top-down dan kurang inklusif. Padahal, pariwisata berkelanjutan menuntut sinergi antara pelestarian alam, pengembangan seni budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal secara simultan.

“Lumajang masih tertinggal dibanding destinasi wisata maju seperti Bali yang berhasil mengintegrasikan pusat oleh-oleh, sanggar seni, dan ekonomi kreatif dalam setiap event budaya,” jelasnya.

Lebih jauh, Dinas Pariwisata Lumajang sering menyebut Segoro Topeng Kaliwungu sebagai sarana promosi budaya dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Namun, tanpa perubahan paradigma dalam pengelolaan yang membuka ruang bagi pelaku lokal, kata-kata ini hanya menjadi jargon tanpa implementasi nyata,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Lumajang: Jangan Ngaku Orang Indonesia Kalau Belum ke Tumpak Sewu

20 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Merah Putih di Antara Tradisi dan Langit B29

17 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Tangis Gibran Pecah di Hari Kemerdekaan, Lahir 17 Agustus dengan Berat 3,2 Kilogram

17 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Sedekah Desa hingga Agrowisata, Bukit Jenggolo Mulai Dilirik Wisatawan Luar Daerah

16 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Dikemas Jadi Tape Fest, Pemdes Bidik Event Tahunan di Bukit Jenggolo

16 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Sedekah Desa Wonokerto Lumajang Hadirkan Jaran Kencak hingga Bantengan dan 5.000 Porsi Tape Ketan

16 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Trending di Pariwisata