Ribuan Umat Hadiri Pementasan Calon Arang di Pura Mandhara Giri Semeru Agung - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Hiburan · 20 Jul 2025 22:17 WIB ·

Ribuan Umat Hadiri Pementasan Calon Arang di Pura Mandhara Giri Semeru Agung


 Ribuan Umat Hadiri Pementasan Calon Arang di Pura Mandhara Giri Semeru Agung Perbesar

Lumajang, – Pura Mandhara Giri Semeru Agung di kaki Gunung Semeru menjadi titik temu spiritual dan budaya malam ini.

Ribuan umat Hindu dari berbagai wilayah Jawa dan Bali memadati pelataran pura untuk menyaksikan pementasan seni sakral Calon Arang yang dibawakan oleh sanggar seni dari Ubud, Bali.

Pementasan ini bukan sekadar hiburan budaya, melainkan persembahan spiritual yang sarat nilai filosofi Hindu.

Suasana penuh kekhusyukan tercipta sejak sore hari, ketika umat mulai berdatangan dan mengikuti rangkaian upacara niskala sebagai bentuk penghormatan sebelum pementasan. Diiringi dupa, gamelan, dan doa, acara ini menggabungkan unsur budaya dan spiritual secara harmonis.

Baca juga: Piodalan di Pura Mandhara Giri: Tradisi Spiritual yang Menggerakkan Ekonomi Desa

“Ini bukan hanya tentang seni tari atau cerita rakyat. Ini adalah bentuk yadnya, persembahan suci,” kata pengurus hatian Pura Mamdhara Giri Semeru Agung, Wira Dharma, Minggu (20/7/25).

Cerita Calon Arang mengisahkan seorang perempuan sakti yang dipenuhi kemarahan karena anaknya tidak kunjung mendapatkan jodoh.

Baca juga: Pujawali Pura Semeru Agung Tak Sekadar Tradisi, Tapi Penanda Sejarah Spiritualitas Hindu

Amarahnya meluas menjadi kutukan bagi seluruh kerajaan. Namun pada akhirnya, kehadiran Mpu Baradah sebagai representasi dharma mampu meredam kehancuran dan memulihkan keseimbangan.

Pementasan malam ini menghidupkan kembali cerita tersebut melalui gerak tari yang penuh ekspresi, tabuhan gamelan yang menggugah, dan tata cahaya yang terang.

Namun di balik kemegahannya, terdapat pesan penting, bahwa dalam kehidupan, dharma nilai-nilai kebaikan dan kebenaran selalu menjadi pemenang.

Pura Mandhara Giri Semeru Agung sendiri dikenal sebagai tempat suci utama umat Hindu di Jawa Timur yang memiliki hubungan spiritual kuat dengan Bali.

Kegiatan seperti ini menjadi jembatan budaya dan spiritual antara dua pulau, memperkuat rasa persaudaraan dalam satu keyakinan.

“Dengan hadirnya ribuan umat dari Bali dan Jawa, kami merasa kegiatan ini mempererat rasa persatuan. Apalagi ini malam terakhir dari rangkaian acara Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung,” katanya.

Sebelum pementasan dimulai, panitia dan pemangku melaksanakan persembahyangan khusus untuk memohon restu dari alam sekala dan niskala. Ini menjadi bukti bahwa seni dalam tradisi Hindu tak lepas dari dimensi spiritual.

“Segala bentuk kegiatan, apalagi yang menyangkut energi besar seperti ini, harus diiringi ritual. Kita memohon izin agar segalanya berjalan lancar dan tidak menimbulkan disharmoni,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Laut ke Keheningan, Makna Sakral Melasti hingga Catur Brata Penyepian

18 Maret 2026 - 23:15 WIB

Tawur Agung Kesango, Upaya Menyucikan Buana Alit dan Buana Agung

18 Maret 2026 - 23:04 WIB

Nyepi dan Ramadan Beriringan, Budiono Ajak Jaga Kerukunan

18 Maret 2026 - 22:41 WIB

Ogoh-Ogoh sebagai Simbol Negatif, Tradisi Pengerupukan Sarat Makna

18 Maret 2026 - 22:18 WIB

Pemerintah Kabupaten Lumajang Batasi Operasional Bioskop Selama Ramadhan, Sekda: Jangan Ganggu Tarawih dan Tadarus

23 Februari 2026 - 08:32 WIB

Empat Jam Saja, Hiburan Malam di Lumajang Tetap Buka Selama Ramadhan

22 Februari 2026 - 14:24 WIB

Trending di Hiburan