Campak Belum Menyebar, Lumajang Heran Masuk Kategori KLB Nasional - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 29 Agu 2025 17:29 WIB ·

Campak Belum Menyebar, Lumajang Heran Masuk Kategori KLB Nasional


 Campak Belum Menyebar, Lumajang Heran Masuk Kategori KLB Nasional Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang mempertanyakan penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dalam rilis resmi Kemenkes hingga pekan ke-33 tahun 2025, Lumajang tercatat sebagai salah satu dari 46 kabupaten/kota di Indonesia yang dinyatakan mengalami KLB campak. Namun, Pemkab Lumajang menyebut klaim tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Sementara itu, menurut WHO, Campak dikatakan KLB jika terdapat 5 kasus campak per 100.000 penduduk. Sedangkan di Indonesia kasus campak di katakan KLB ada berbagai kriteria salah satunya adalah  jika terdapat 2 kasus campak positif pada tersangka suspek campak yang ditandai dengan 2 spesimen IgM (Imunoglobulin M) positif. Seperti diketahui Ig M adalah antibody yang muncul sebagai tanda awal adanya infeksi pada tubuh.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyatakan pihaknya belum menemukan adanya klaster penyebaran campak yang mengarah pada situasi darurat kesehatan masyarakat.

Menurutnya, jumlah kasus yang terdeteksi sejauh ini sangat kecil dan belum memenuhi kriteria untuk dikategorikan sebagai KLB.

Baca juga: KLB Campak di Lumajang: 42 Kasus Suspek, Imunisasi Rendah Jadi Sorotan

“Salah mungkin ya rilis Kemenkes itu. Jumlah kasus campak di Lumajang kecil, kok bisa dibilang KLB? Tidak ada lonjakan kasus, apalagi klaster desa,” kata Indah, Jumat (29/8/25).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Lumajang, sepanjang tahun 2025 hanya tercatat 42 kasus suspek campak.

Baca juga: 2.608 Personel Diterjunkan Untuk Amankan Aksi Massa di Surabaya

Dari jumlah tersebut, 16 di antaranya dinyatakan positif, dan hanya dua kasus positif terjadi sepanjang bulan Agustus 2025.

Indah menegaskan status KLB seharusnya ditetapkan jika terdapat peningkatan tajam kasus di suatu kelompok masyarakat, misalnya dalam satu desa atau klaster sekolah. Sementara itu, di Lumajang tidak ditemukan satu pun desa yang memiliki lonjakan kasus atau menunjukkan pola penularan masif.

“Yang namanya KLB itu terjadi kalau dalam satu klaster atau desa ada ratusan kasus. Sekarang coba dicek, desa mana di Lumajang yang seperti itu? Tidak ada,” imbuhnya.

Ia juga menyayangkan bahwa penetapan status darurat oleh pemerintah pusat dapat memicu stigma terhadap daerah, apalagi jika data yang digunakan tidak menggambarkan kondisi faktual di wilayah tersebut.

Untuk itu, Pemkab Lumajang berencana mengajukan klarifikasi resmi kepada Kementerian Kesehatan. Mereka berharap ada evaluasi atas penetapan KLB yang dinilai tidak proporsional terhadap jumlah kasus yang sebenarnya minim.

“Kami akan sampaikan klarifikasi. Jumlahnya kecil, tapi disebut KLB, ini membingungkan masyarakat dan bisa berdampak pada citra daerah,” tutup Indah.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasokan Pertamax Lumajang 93,2 KL, Kebutuhan Hariannya 63,1 KL

19 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pencarian Rizky di Pesisir Lumajang Mengandalkan Informasi Nelayan dan Radio Komunitas

19 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Wabup Lumajang Sebut Kejuaraan Motocross Jadi Sarana Promosi Potensi Daerah

19 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Tim SAR Sisir Pantai Dampar hingga Wotgalih, Rizky Korban Kecelakaan Laut Belum Ditemukan

18 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Libatkan 150 Relawan, Gerindra Lumajang Tanam Bibit Buah dan Tanaman Keras

17 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Pemkab Lumajang Perpanjang WFH, Disdukcapil, Sekolah, dan Puskesmas Tetap Melayani

15 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Trending di Nasional