Korlap Aksi Solidaritas: Kericuhan Dipicu Penyusup, Bukan Massa Kami - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 31 Agu 2025 10:46 WIB ·

Korlap Aksi Solidaritas: Kericuhan Dipicu Penyusup, Bukan Massa Kami


 Korlap Aksi Solidaritas: Kericuhan Dipicu Penyusup, Bukan Massa Kami Perbesar

Lumajang, – Koordinator lapangan aksi solidaritas untuk almarhum Affan Kurniawan, Nibras, menegaskan bahwa kericuhan yang terjadi di depan Mapolres Lumajang bukan disebabkan oleh peserta aksi, melainkan oleh penyusup yang tidak dikenal.

Aksi yang awalnya berlangsung damai pada Sabtu malam (30/8/25), digelar sebagai bentuk belasungkawa atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah diduga dilindas kendaraan taktis (rantis) saat unjuk rasa sebelumnya.

Baca juga: Campak Belum Menyebar, Lumajang Heran Masuk Kategori KLB Nasional

Sekitar 60 orang massa aksi berkumpul sambil menyalakan lilin dan menggelar doa bersama, termasuk melaksanakan salat gaib. Namun, ketenangan berubah menjadi kericuhan ketika suar dinyalakan dan botol air mineral dilempar ke arah barisan polisi.

Baca juga: Dari Lereng Semeru untuk Indonesia, Senduro Hadirkan Festival Budaya Nasional

Koordinator aksi, Nibras, dengan tegas menyatakan bahwa pelaku pelemparan bukan bagian dari massa yang ia koordinasikan.

“Sebenarnya itu penyusup. Kita tadi hanya 60 orang dan sudah berkumpul. Yang melempar itu berdiri di belakang dan awalnya bersembunyi di balik tulisan Alun-alun Lumajang,” kata Nibras kepada wartawan.

Menurutnya, sejak awal orang-orang yang memicu keributan tidak terlibat dalam agenda aksi damai yang telah dirancang. Ia menyayangkan adanya pihak yang merusak suasana dengan tindakan provokatif.

“Mereka tidak ikut doa bersama, tidak duduk bersama kami. Jelas mereka bukan dari barisan kami,” tegasnya.

Nibras menyebut, pasca kericuhan, pihaknya segera melakukan konsolidasi untuk memastikan tidak ada peserta aksi damai yang menjadi korban salah tangkap oleh aparat.

“Kami mau konsolidasi dulu agar memastikan anggota kami lengkap dan tidak ada yang diamankan secara keliru,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan bahwa kericuhan terjadi saat aksi mulai membubarkan diri. Polisi menduga kuat ada penyusup yang memprovokasi massa.

“Saya yakin itu penyusup. Tadi aksinya damai, lalu tiba-tiba ada yang melempar botol ke arah kami. Kami sudah amankan empat orang dan akan dalami secara prosedural,” kata Alex.

Artikel ini telah dibaca 92 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kebakaran Semeru Capai 3.072 Hektare, Polisi Belum Temukan Unsur Pidana

3 September 2026 - 10:28 WIB

Karhutla Semeru Meluas, Titik Api Baru Terdeteksi 400 Meter dari Pos 1

2 September 2026 - 17:12 WIB

Petugas Temukan Tengkorak dan Kijang Mati di Lokasi Karhutla TNBTS

1 September 2026 - 15:25 WIB

Helikopter Water Bombing Dialihkan ke Kalimantan, Karhutla Lereng Semeru Tembus 600 Hektare

31 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Ketika Budaya Bali Hadir di Purwosono Night Karnival, Panggung Desa Menjadi Ruang Pertemuan Nusantara

30 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Ranu Kumbolo Jadi Titik Pemadaman, Helikopter dan Tim Gabungan Dikerahkan

28 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Trending di Nasional