Korlap Aksi Solidaritas: Kericuhan Dipicu Penyusup, Bukan Massa Kami - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 31 Agu 2025 10:46 WIB ·

Korlap Aksi Solidaritas: Kericuhan Dipicu Penyusup, Bukan Massa Kami


 Korlap Aksi Solidaritas: Kericuhan Dipicu Penyusup, Bukan Massa Kami Perbesar

Lumajang, – Koordinator lapangan aksi solidaritas untuk almarhum Affan Kurniawan, Nibras, menegaskan bahwa kericuhan yang terjadi di depan Mapolres Lumajang bukan disebabkan oleh peserta aksi, melainkan oleh penyusup yang tidak dikenal.

Aksi yang awalnya berlangsung damai pada Sabtu malam (30/8/25), digelar sebagai bentuk belasungkawa atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah diduga dilindas kendaraan taktis (rantis) saat unjuk rasa sebelumnya.

Baca juga: Campak Belum Menyebar, Lumajang Heran Masuk Kategori KLB Nasional

Sekitar 60 orang massa aksi berkumpul sambil menyalakan lilin dan menggelar doa bersama, termasuk melaksanakan salat gaib. Namun, ketenangan berubah menjadi kericuhan ketika suar dinyalakan dan botol air mineral dilempar ke arah barisan polisi.

Baca juga: Dari Lereng Semeru untuk Indonesia, Senduro Hadirkan Festival Budaya Nasional

Koordinator aksi, Nibras, dengan tegas menyatakan bahwa pelaku pelemparan bukan bagian dari massa yang ia koordinasikan.

“Sebenarnya itu penyusup. Kita tadi hanya 60 orang dan sudah berkumpul. Yang melempar itu berdiri di belakang dan awalnya bersembunyi di balik tulisan Alun-alun Lumajang,” kata Nibras kepada wartawan.

Menurutnya, sejak awal orang-orang yang memicu keributan tidak terlibat dalam agenda aksi damai yang telah dirancang. Ia menyayangkan adanya pihak yang merusak suasana dengan tindakan provokatif.

“Mereka tidak ikut doa bersama, tidak duduk bersama kami. Jelas mereka bukan dari barisan kami,” tegasnya.

Nibras menyebut, pasca kericuhan, pihaknya segera melakukan konsolidasi untuk memastikan tidak ada peserta aksi damai yang menjadi korban salah tangkap oleh aparat.

“Kami mau konsolidasi dulu agar memastikan anggota kami lengkap dan tidak ada yang diamankan secara keliru,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan bahwa kericuhan terjadi saat aksi mulai membubarkan diri. Polisi menduga kuat ada penyusup yang memprovokasi massa.

“Saya yakin itu penyusup. Tadi aksinya damai, lalu tiba-tiba ada yang melempar botol ke arah kami. Kami sudah amankan empat orang dan akan dalami secara prosedural,” kata Alex.

Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hidup Rukun di Lereng Semeru, Kampung Pancasila Rawat Toleransi Sehari-hari

21 Mei 2026 - 13:29 WIB

Hari Kebangkitan Nasional Bukan Sekadar Seremoni, Ini Pesan Wabup Lumajang

20 Mei 2026 - 20:26 WIB

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Trending di Nasional