Geolog Indonesia-Australia Pelajari Jejak Mineral Banyuwangi, Pulau Merah Jadi Laboratorium Alam - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

International · 2 Des 2025 17:06 WIB ·

Geolog Indonesia-Australia Pelajari Jejak Mineral Banyuwangi, Pulau Merah Jadi Laboratorium Alam


 Geolog Indonesia-Australia Pelajari Jejak Mineral Banyuwangi, Pulau Merah Jadi Laboratorium Alam Perbesar

Banyuwangi, – Sejumlah geolog dari Indonesia dan Australia melakukan kunjungan studi ke kawasan Geopark Ijen, termasuk Pulau Merah, untuk mempelajari jejak mineral dan proses pembentukan mineralisasi di wilayah tersebut.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pertemuan rutin Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI), organisasi di bawah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) yang mewadahi para ahli geologi ekonomi dan praktisi industri pertambangan.

Perwakilan MGEI, Arif Hermawan, menjelaskan Banyuwangi dipilih karena memiliki potensi mineral yang kuat, dengan karakteristik geologi yang dianggap relevan untuk pembelajaran eksplorasi mineral di dalam maupun luar negeri.

“Kami mempelajari bagaimana sistemnya terbentuk agar bisa menjadi rujukan pencarian mineral di wilayah lain tidak hanya di Indonesia, namun juga di luar Indonesia,” katanya, saat kegiatan kunjungan lapangan, Selasa (2/12/2025).

Menurut Arif, kawasan seperti Pulau Merah dan Gunung Ijen memberikan kesempatan bagi para geolog untuk mengkaji proses mineralisasi secara lebih dekat, sekaligus membandingkannya dengan sistem geologi di daerah lain. Kondisi geologi Banyuwangi dianggap menawarkan exposure batuan yang jarang ditemukan di lokasi lain.

Wakil Ketua Jaringan Geopark Indonesia, Abdillah Baraas, menambahkan bahwa Ijen dan Pulau Merah merupakan dua situs geologi yang saling berkaitan secara evolusi.

“Jika ingin melihat masa lalu Pulau Merah, lihatlah Ijen. Jika ingin melihat masa depan Ijen, lihatlah Pulau Merah,” jelasnya.

Menurut Abdillah, karakter batuan berwarna kemerahan akibat oksidasi di kedua lokasi menjadi petunjuk kuat adanya proses pembentukan mineral seperti emas dan tembaga.

Selain para ahli geologi, peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Arzyana Sunkar, turut hadir dalam rombongan. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan IPB berkaitan dengan pengembangan kebijakan geopark dan penguatan tata kelola sumber daya alam.

“Perkembangan Geopark Ijen dan pariwisata Banyuwangi dapat menjadi contoh tidak hanya nasional tetapi juga dunia,” ujarnya.

Arzyana juga mengungkapkan rencana memperkenalkan potensi Banyuwangi dalam International Conference on Responsible Tourism and Hospitality di Malaysia tahun depan, sebagai contoh praktik baik pengelolaan geopark dan keterlibatan masyarakat.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyambut baik kunjungan para akademisi serta profesional dari dalam dan luar negeri.

“Kekayaan geologi kami memang harus dimanfaatkan untuk riset dan edukasi bagi pengembangan Indonesia ke depan. Semoga pengalaman ini mendorong semakin banyak kolaborasi dan membawa manfaat bagi pengembangan Geopark Ijen,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

WNA Bisa Berpindah Antarwilayah, Imigrasi Minta Penginapan Lumajang Tak Lewatkan Pelaporan

28 September 2026 - 10:45 WIB

18 WNA Tercatat Tinggal di Lumajang, Imigrasi Sebut Jumlah Wisatawan Asing Sulit Dipastikan

28 September 2026 - 09:52 WIB

Hampir 400 Pekerja Lumajang Berangkat Prosedural ke Luar Negeri, Taiwan Jadi Tujuan Favorit

18 September 2026 - 15:34 WIB

Disabilitas Lampaui Batas, Ria Yulianti Bawa Harapan Lumajang ke Asian Para Games

13 September 2026 - 12:15 WIB

Kapas Biru di Mata Wisatawan China: Ketika Alam Menjadi Daya Tarik Utama

11 September 2026 - 10:29 WIB

Jumlah PMI Urus Compound di Malaysia Meningkat, 10-20 Orang Datang Setiap Hari

4 September 2026 - 20:52 WIB

Trending di International