Lumajang, – Prestasi atlet asal Lumajang di ajang internasional membawa pulang dua cerita tentang perjuangan dan pekerjaan rumah pembinaan olahraga.
Pembalap sepeda Fery Yudoyono meraih medali perunggu setelah sempat terjatuh, sedangkan atlet sepak takraw Saiful Rizal membawa pulang medali perak dan perunggu.
Fery mengaku bersyukur atas medali perunggu yang diraihnya. Namun, perjuangan menuju podium tidak berlangsung mudah. Ia sempat terjatuh ketika perlombaan memasuki sekitar setengah putaran, saat bersaing memperebutkan medali.
“Perjuangannya memang susah, tapi dalam arti tidak ada kata menyerah. Saya berjuang sampai finis dan alhamdulillah dapat medali perunggu,” kata Fery.
Ia mengatakan kembali bangkit setelah terjatuh dan berusaha mengejar pesaingnya.
Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Fery untuk memperbaiki kemampuan dan meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya.
“Ke depannya harapannya bisa memperbaiki, belajar untuk lebih baik dan mendapatkan hasil yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, atlet sepak takraw asal Lumajang, Saiful Rizal, meraih dua medali, yakni perak pada nomor kuadran dan perunggu pada nomor beregu. Ia mengatakan perjalanan menuju kompetisi di Jepang diawali dengan mengikuti World Cup di Malaysia sekitar empat bulan sebelumnya.
Menurut Saiful, sebagian besar lawan yang ditemuinya di kejuaraan Malaysia juga tampil pada kompetisi berikutnya. Meski belum meraih medali di Malaysia, ia dan timnya berhasil membawa pulang dua medali dari Jepang. Salah satunya medali perak setelah menghadapi tuan rumah di partai final.
“Alhamdulillah saya senang sekali karena bisa mendapatkan dua medali, perak dan perunggu,” kata Saiful.
Namun, bagi Saiful, prestasi tersebut bukan akhir dari perjalanan. Ia berharap semakin banyak atlet muda Lumajang mendapat kesempatan berkembang dan mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
Ia meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lumajang memperbanyak turnamen. Menurut dia, kompetisi dapat menjadi ruang bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
“Harapannya juga perbanyak turnamen yang dilakukan oleh Dispora atau KONI Lumajang biar ada generasi bibit baru yang bisa bertanding di kancah nasional maupun internasional,” jelasnya.
Saiful juga berpesan kepada generasi muda agar mampu melampaui pencapaian atlet sebelumnya. “Harapan ke depannya untuk generasi muda Lumajang, kalian bisa lebih baik dari generasi yang sebelumnya,” katanya.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan prestasi atlet dapat menjadi motivasi bagi anak-anak yang menyambut kedatangan mereka. Menurut dia, sambutan para pelajar di sepanjang jalan menunjukkan bahwa keberhasilan atlet bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Indah menyebut Lumajang memiliki prestasi di sejumlah cabang olahraga, termasuk sepak takraw dan balap sepeda. Ia berharap atlet yang telah meraih prestasi ikut membina generasi penerus agar tidak terjadi kekosongan atlet ketika generasi sebelumnya berhenti bertanding.
“Tadi saya pesankan kepada atlet balap sepeda dan takraw bahwa mereka harus membina para atlet dan mencetak kader supaya nanti tidak putus generasinya,” kata Indah.
Ia mengatakan pembinaan balap sepeda telah memiliki atlet-atlet muda yang mulai mengikuti perlombaan. Adapun untuk sepak takraw, Indah menyebut Pronojiwo sebagai salah satu sentra pembinaan.
“Kami telah meminta Kepala Dispora bersama KONI Lumajang melanjutkan pembinaan pada cabang olahraga yang berpotensi menghasilkan atlet peraih medali,” ungkapnya.
Pemerintah daerah, kata dia, akan tetap mendukung kebutuhan atlet dan pendanaan seluruh cabang olahraga.
“Kami tetap menyediakan, melengkapi kebutuhan para atlet di setiap cabang olahraga dan pendanaan untuk semua cabang,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan