Urip Iku Gawe Urup, Khofifah Ajak Warga Jatim Terus Menanam dan Jaga Daya Dukung Alam - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 12 Des 2025 13:05 WIB ·

Urip Iku Gawe Urup, Khofifah Ajak Warga Jatim Terus Menanam dan Jaga Daya Dukung Alam


 Urip Iku Gawe Urup, Khofifah Ajak Warga Jatim Terus Menanam dan Jaga Daya Dukung Alam Perbesar

Lumajang, – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk terus menanam pohon dan menjaga daya dukung lingkungan, sebagai bentuk kepedulian terhadap bumi dan masa depan generasi mendatang.

Ajakan itu disampaikan dalam acara penanaman pohon di Bumi Perkemahan Gelagah Arum, Lumajang, Jumat (12/12/2025).

Mengusung filosofi Jawa Urip iku gawe urup yang berarti hidup harus memberi manfaat bagi kehidupan lain, Khofifah menegaskan gerakan menanam pohon bukan sekadar simbolis, tetapi tindakan nyata yang menghidupkan lingkungan.

“Hidup itu menghidupkan. Maka mari kita terus menanam dan menjaga daya dukung alam. Sedapat mungkin lakukan lebih banyak, lebih sering,” katanya.

Khofifah juga membagikan kisah pribadinya yang telah ia jalani sejak 1991, yaitu menanam pohon setiap ulang tahun. Tradisi itu kini diwarisi anak-anaknya.

“Setiap HUT, mereka kasih tanaman. Tidak harus besar, cukup pot kecil tapi isinya pohon hidup,” jelasnya.

Dari pengalaman pribadi itu, ia mengajak masyarakat mengubah kebiasaan dalam acara-acara seremoni, misalnya mengganti bunga papan dengan tanaman hidup agar memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menekankan pentingnya aksi kolektif menghadapi perubahan iklim, termasuk mendukung target nasional Net Zero Emission (NZE) 2060.

Namun ia optimistis, jika semua lapisan masyarakat bergerak lebih masif dan berkolaborasi, target itu bisa dicapai lebih cepat. “Kenapa tidak kalau 2050? Kalau kita kerja lebih keras dan sinergis, insya Allah bisa,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menanam mangrove, mengingat kemampuannya menyerap karbon dioksida lima kali lebih besar daripada pohon biasa.

Menjelang Festival Mangrove ke-9 yang akan digelar 22 Desember di Pacitan, Khofifah mengajak semua pihak semakin memperkuat upaya rehabilitasi kawasan pesisir.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengungkapkan rasa syukurnya atas kedatangan Gubernur yang juga membagikan 5.000 bibit pohon berbagai jenis, termasuk makadamiya.

“Ini sedekah oksigen. Harapannya masyarakat Jawa Timur meniru, minimal satu orang menanam satu atau dua pohon setiap tahun,” kata Indah.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Gratiskan Layanan Rekomendasi BBM Bersubsidi untuk Usaha Mikro

5 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter di Atas Puncak

5 Agustus 2026 - 08:53 WIB

BPBD Lumajang Optimalkan Dua Pos Aju untuk Perkuat Peringatan Dini Gunung Semeru

3 Agustus 2026 - 09:49 WIB

MBG Lumajang Tersendat, 16 Sekolah dan Posyandu Gagal Terima Distribusi

30 Juli 2026 - 20:07 WIB

Keluhan MBG Ramai di Media Sosial, BGN Sebut Dana Belum Cair

30 Juli 2026 - 12:20 WIB

Penutupan Piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung Perkuat Hubungan Lumajang dan Bali

10 Juli 2026 - 14:31 WIB

Trending di Nasional