Urip Iku Gawe Urup, Khofifah Ajak Warga Jatim Terus Menanam dan Jaga Daya Dukung Alam - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 12 Des 2025 13:05 WIB ·

Urip Iku Gawe Urup, Khofifah Ajak Warga Jatim Terus Menanam dan Jaga Daya Dukung Alam


 Urip Iku Gawe Urup, Khofifah Ajak Warga Jatim Terus Menanam dan Jaga Daya Dukung Alam Perbesar

Lumajang, – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk terus menanam pohon dan menjaga daya dukung lingkungan, sebagai bentuk kepedulian terhadap bumi dan masa depan generasi mendatang.

Ajakan itu disampaikan dalam acara penanaman pohon di Bumi Perkemahan Gelagah Arum, Lumajang, Jumat (12/12/2025).

Mengusung filosofi Jawa Urip iku gawe urup yang berarti hidup harus memberi manfaat bagi kehidupan lain, Khofifah menegaskan gerakan menanam pohon bukan sekadar simbolis, tetapi tindakan nyata yang menghidupkan lingkungan.

“Hidup itu menghidupkan. Maka mari kita terus menanam dan menjaga daya dukung alam. Sedapat mungkin lakukan lebih banyak, lebih sering,” katanya.

Khofifah juga membagikan kisah pribadinya yang telah ia jalani sejak 1991, yaitu menanam pohon setiap ulang tahun. Tradisi itu kini diwarisi anak-anaknya.

“Setiap HUT, mereka kasih tanaman. Tidak harus besar, cukup pot kecil tapi isinya pohon hidup,” jelasnya.

Dari pengalaman pribadi itu, ia mengajak masyarakat mengubah kebiasaan dalam acara-acara seremoni, misalnya mengganti bunga papan dengan tanaman hidup agar memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menekankan pentingnya aksi kolektif menghadapi perubahan iklim, termasuk mendukung target nasional Net Zero Emission (NZE) 2060.

Namun ia optimistis, jika semua lapisan masyarakat bergerak lebih masif dan berkolaborasi, target itu bisa dicapai lebih cepat. “Kenapa tidak kalau 2050? Kalau kita kerja lebih keras dan sinergis, insya Allah bisa,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menanam mangrove, mengingat kemampuannya menyerap karbon dioksida lima kali lebih besar daripada pohon biasa.

Menjelang Festival Mangrove ke-9 yang akan digelar 22 Desember di Pacitan, Khofifah mengajak semua pihak semakin memperkuat upaya rehabilitasi kawasan pesisir.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengungkapkan rasa syukurnya atas kedatangan Gubernur yang juga membagikan 5.000 bibit pohon berbagai jenis, termasuk makadamiya.

“Ini sedekah oksigen. Harapannya masyarakat Jawa Timur meniru, minimal satu orang menanam satu atau dua pohon setiap tahun,” kata Indah.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional