Lumajang, – Banjir lahar hujan dari Gunung Semeru kembali menerjang aliran Sungai Regoyo di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Rabu (18/2/2026)sore.
Pantauan di lokasi, arus sungai mengalir cukup deras dengan warna kecokelatan. Material batu berukuran sedang hingga besar tampak terbawa arus, menyulitkan warga yang hendak menyeberang. Meski demikian, aktivitas masyarakat tetap berlangsung seperti biasa.
Sejumlah warga yang pulang dari berbelanja maupun beraktivitas di sekitar kawasan lereng Semeru nekat menyeberang dengan cara bergotong royong. Mereka saling membantu mendorong sepeda motor agar tidak mogok atau terseret arus banjir lahar.
Salah seorang warga, Gino, mengaku kondisi arus cukup membahayakan jika dilalui sendirian.
“Airnya deras dan banyak batu besar. Kalau sendiri tidak kuat, bisa jatuh atau motor terseret. Jadi harus saling bantu supaya aman,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan banjir lahar hujan memang dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah puncak dan lereng Gunung Semeru.
“Curah hujan di kawasan Semeru cukup tinggi sehingga memicu terjadinya banjir lahar hujan di sejumlah aliran sungai, termasuk Sungai Regoyo. Kami sudah menempatkan personel untuk melakukan pemantauan dan memberikan imbauan kepada masyarakat,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan