Bencana Beruntun di Piket Nol: Antara Tantangan Medan dan Upaya Keselamatan Warga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 31 Jul 2025 16:54 WIB ·

Bencana Beruntun di Piket Nol: Antara Tantangan Medan dan Upaya Keselamatan Warga


 Bencana Beruntun di Piket Nol: Antara Tantangan Medan dan Upaya Keselamatan Warga Perbesar

Lumajang, – Jalur Piket Nol yang selama ini menjadi penghubung penting antara Lumajang dan Malang, kini menghadapi ujian berat akibat longsor yang terjadi secara beruntun dalam tiga hari terakhir.

Terparah adalah longsor dengan enam titik sekaligus yang menutup akses jalan dan mengguncang aktivitas ekonomi serta mobilitas warga sekitar.

Longsor yang menimbun badan jalan dengan material batu, tanah, hingga pohon tumbang setinggi hampir 20 meter ini menimbulkan kemacetan panjang dan kekhawatiran serius akan keselamatan pengguna jalan.

Baca juga: Bumi Perkemahan Glagah Arum: Glamping Mewah, Film Klasik, dan Kuliner Otentik di Lereng Semeru

Sejak Selasa (29/7/25), longsor sudah mulai terjadi, namun bertambah parah saat Kamis (31/7/25) ketika titik longsor bertambah menjadi enam lokasi, terutama di sekitar Jembatan Gladak Perak, kilometer 54-57.

Salah seorang warga Malang, Anang, menceritakan pengalamannya terjebak di tengah kemacetan panjang akibat longsor ini.

Baca juga: Longsor Tutup Total Jalur Lumajang-Malang, Ratusan Kendaraan Terjebak

“Saya hendak ke Bali untuk kerja, tapi terpaksa menunda perjalanan selama dua jam karena jalan tertutup. Setelah jalan terbuka sebentar, longsor kembali terjadi di titik lain,” katanya.

Evakuasi dan pembersihan material longsor menjadi tugas berat bagi petugas. Meskipun satu unit alat berat dikerahkan, medan yang sulit dan cuaca buruk dengan intensitas hujan yang tinggi memperlambat proses.

Baca juga: Longsor Susulan Tutup Jalur Lumajang–Malang, Akses Terhambat

Kayu besar dan batu besar yang menghalangi jalan tidak mudah dipindahkan dengan cepat, sehingga akses jalan tetap tertutup dan memaksa pengendara mencari jalur alternatif.

Kepala Satlantas Polres Lumajang AKP Syaikhu, mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi jalur ini, apalagi saat hujan.

Pergeseran tanah yang terjadi di kawasan perbukitan Piket Nol dinilai sangat berbahaya dan potensi longsor susulan masih tinggi.

“Kami sudah memasang rambu peringatan dan mengarahkan pengendara untuk menggunakan jalur alternatif via Probolinggo atau Curah Kobokan, meski jalur alternatif ini juga memiliki risiko jika terjadi banjir lahar dari Gunung Semeru,” ujar Syaikhu.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gunung Semeru Tetap Siaga Level III, Teramati 6 Letusan Hari Ini

20 Februari 2026 - 14:46 WIB

Banjir Lahar Kembali Terjadi di Lumajang, Penambang Diminta Patuhi Arahan Petugas

18 Februari 2026 - 17:47 WIB

Banjir Lahar Hujan Kembali Terjang Lumajang, Warga Nekat Seberangi Sungai

18 Februari 2026 - 17:26 WIB

Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Yang Terjadi di Gondoruso Bau Belerang

17 Februari 2026 - 20:36 WIB

Sudah Dinormalisasi, Sungai Tetap Tak Mampu Bendung Lahar Semeru

17 Februari 2026 - 20:27 WIB

Kepanikan di Atas Jembatan, Warga Berlarian Saat Lahar Semeru Meluap

17 Februari 2026 - 20:22 WIB

Trending di Nasional