Job Fair Lumajang: Siapa Saja Pesertanya? - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 15 Okt 2025 15:18 WIB ·

Bunda Indah: SDM Unggul Jadi Pondasi Pertumbuhan Ekonomi Lumajang


 Bunda Indah: SDM Unggul Jadi Pondasi Pertumbuhan Ekonomi Lumajang Perbesar

Lumajang – Job Fair 2025 di Pemandian Alam Selokambang, Sabtu (11/10/2025), menunjukkan arah baru pembangunan Lumajang. Pemerintah kini berfokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Indah Amperawati (Bunda Indah) bersama Wakil Bupati hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Keduanya menyapa peserta dan memastikan acara berjalan lancar.

Menurut Bunda Indah, kegiatan ini tidak hanya mempertemukan pencari kerja dan perusahaan, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk membangun manusia Lumajang yang unggul, produktif, dan berdaya saing.

“Pembangunan fisik penting, tetapi pembangunan manusia jauh lebih penting. Dari manusialah muncul gagasan, inovasi, dan produktivitas yang menggerakkan ekonomi daerah,” tegasnya.

Pembangunan Manusia Jadi Ukuran Keberhasilan

Lebih lanjut, Bunda Indah menjelaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari banyaknya infrastruktur yang berdiri. Sebaliknya, pembangunan dianggap berhasil ketika masyarakat mampu tumbuh mandiri dan berkontribusi dalam ekonomi lokal.

“Job Fair ini bukan hanya ajang mencari pekerjaan. Ini adalah ruang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam roda ekonomi daerah,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Selain itu, ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan baru.

Tahun ini, 20 perusahaan dari berbagai sektor industri ikut berpartisipasi. Mereka menawarkan lebih dari 700 lowongan kerja, mulai dari sektor perbankan, ritel modern, perhotelan, restoran, hingga industri pengolahan kayu.

Dengan begitu, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan pekerjaan sesuai kemampuan dan minat mereka. Antusiasme warga terlihat sejak pagi, menandakan tingginya semangat untuk memperbaiki taraf hidup melalui kerja.

Strategi Disnaker: Bangun Tenaga Kerja yang Siap Bersaing

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Lumajang untuk menekan angka pengangguran. Kepala Disnaker, Subechan, menegaskan bahwa Job Fair tidak sekadar membuka lowongan, tetapi juga memperkuat kesiapan tenaga kerja agar mampu bersaing di dunia industri.

“Job Fair merupakan implementasi visi Bupati untuk menempatkan manusia sebagai subjek pembangunan. Kami menyiapkan masyarakat agar siap beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berubah,” katanya.

Selain itu, Disnaker juga melakukan pelatihan berbasis kompetensi dan menjalin kerja sama lintas sektor agar tenaga kerja Lumajang memiliki daya saing tinggi.

Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Pendidikan

Untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan, pemerintah menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga pendidikan. Melalui kolaborasi ini, kurikulum dan pelatihan dapat menyesuaikan kebutuhan industri masa kini.

“Sinergi ini penting. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dunia usaha dan lembaga pendidikan harus terlibat aktif dalam mencetak tenaga kerja yang adaptif,” jelas Subechan.

Dengan kolaborasi tersebut, pemerintah berharap tercipta ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, produktif, dan inklusif di Lumajang.

Momentum Penguatan Ekonomi Daerah

Job Fair 2025 bukan hanya membuka peluang kerja, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan sistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan manusia.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Lumajang, Kepala Dinas Kominfo, Kasatpol PP, Ketua Kadin, serta Pimpinan Cabang Bank Jatim Lumajang.

Pemerintah Kabupaten Lumajang meyakini, pembangunan sejati dimulai dari manusia. Ketika masyarakat berdaya, ekonomi daerah akan tumbuh secara alami dan berkelanjutan. “Pembangunan yang sejati terjadi ketika manusia menjadi pusat kebijakan. Jika manusianya kuat, ekonomi akan tumbuh dengan sendirinya,” tutup Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan, Warga Bisa Dapat Sertifikasi Resmi

5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Tekan Kebocoran, Pajak Pasir Lumajang Kini Dibayar Langsung Lewat Bank

5 Februari 2026 - 14:32 WIB

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan

5 Februari 2026 - 13:46 WIB

Petani Bangsalsari Ungkap Program Oplah Tak Tepat Sasaran, Kebutuhan Air Belum Terjawab

5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Trending di Daerah