Lumajang, – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang menemukan ketidaksesuaian data desil dalam proses verifikasi administrasi pendaftar beasiswa kuliah Pemerintah Kabupaten Lumajang.
Dari 119 mahasiswa yang mendaftar program tersebut, empat orang dinyatakan gugur. Tiga di antaranya mengundurkan diri, sedangkan satu pendaftar dicoret setelah ditemukan ketidaksesuaian data desil antara berkas permohonan dan data pada aplikasi.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Lumajang, Saiful Bachri, mengatakan temuan tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan pengecekan data pendaftar.
“Ada sekitar tiga orang mengundurkan diri,” katanya, Rabu (7/10/2026).
Sementara satu pendaftar lainnya dinyatakan gugur karena data desil yang tercantum dalam berkas tidak sesuai dengan hasil pengecekan melalui aplikasi.
“Di berkasnya ngomong desil 5, setelah kami cek di aplikasi ternyata desilnya berubah. Ini yang perlu kami lakukan verifikasi ulang yang seperti itu,” katanya.
Menurut dia, ketidaksesuaian tersebut menjadi bagian yang perlu diperiksa dalam proses verifikasi agar penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kriteria program.
Dengan gugurnya empat pendaftar tersebut, jumlah mahasiswa yang masih mengikuti proses verifikasi menjadi 115 orang.
Saiful mengatakan verifikasi administrasi terhadap data para pendaftar masih berlangsung dan telah memasuki tahap akhir.
“Ada empat orang yang gugur, ini verifikasi administrasi masih terus kami lakukan. Insyaallah sudah tahap akhir,” ucap dia.
Setelah proses administrasi selesai, Dinsos P3A Lumajang akan melakukan pemetaan untuk verifikasi lapangan.
Petugas akan mendatangi tempat tinggal masing-masing calon penerima bantuan biaya pendidikan untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi sebenarnya.
Saiful mengatakan verifikasi lapangan diperlukan agar data yang diperoleh tidak hanya berdasarkan dokumen administrasi.
“Harapannya bisa ketemu orangnya, terus verifikasi kami laksanakan dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh data utuh, valid dan tepat sasaran sesuai dengan program ini,” tuturnya.
Program beasiswa kuliah Pemkab Lumajang diperuntukkan bagi mahasiswa baru dari keluarga miskin dan berprestasi yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP maupun SNBT.
Pemkab Lumajang menyediakan kuota untuk 77 mahasiswa. Calon penerima diprioritaskan berasal dari keluarga dengan kategori desil 1 hingga 5.
Besaran bantuan yang diberikan mencapai Rp6 juta per semester untuk masing-masing penerima manfaat.
Tinggalkan Balasan