Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 29 Sep 2026 11:32 WIB ·

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang


 Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang Perbesar

Lumajang, – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengeluarkan suara dentuman keras pada Senin malam, 28 September 2026.

Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Lumajang di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan dentuman terdengar sekitar pukul 21.01 WIB. Dalam rekaman CCTV, suara dentuman tersebut muncul bersamaan dengan letusan dan kepulan kolom asap yang membumbung di atas Kawah Jonggring Saloko.

“Tidak ada dampak dari peristiwa tersebut,” kata Isnugroho, Selasa (29/9/2026).

Koordinator Pos Pantau Curah Kobokan Sugiono mengatakan, dentuman Gunung Semeru intens terjadi dalam dua hingga tiga bulan terakhir. Dentuman biasanya terjadi setelah fase letusan Semeru mengalami jeda cukup lama.

“Suara dentuman dari dalam gunung terjadi akibat pelepasan tekanan energi atau gas secara mendadak di dalam sistem vulkanik saat aktivitas erupsi berlangsung. Kondisi tersebut merupakan aktivitas yang dapat terjadi pada gunung api aktif,” katanya.

Gunung Semeru hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat pun diimbau tetap waspada karena aktivitas gunung api tersebut masih fluktuatif dan potensi erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Dalam rekomendasi keselamatan, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi,” jelasnya.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Trending di Nasional