Erupsi Semeru Picu Hujan Abu di Senduro, Warga Keluhkan Aktivitas Harian Terganggu - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 3 Feb 2026 15:07 WIB ·

Erupsi Semeru Picu Hujan Abu di Senduro, Warga Keluhkan Aktivitas Harian Terganggu


 Erupsi Semeru Picu Hujan Abu di Senduro, Warga Keluhkan Aktivitas Harian Terganggu Perbesar

Lumajang, – Erupsi Gunung Semeru kembali memicu hujan abu vulkanik di wilayah Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (3/2/2026) pagi.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas harian, terutama pada jam-jam pagi.

Hujan abu dilaporkan terjadi sejak subuh. Material abu vulkanik terbawa angin dan jatuh di permukiman warga, menyebabkan aktivitas luar ruangan menjadi terbatas.

Salah seorang warga Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Rika Ramdani, mengatakan hujan abu sudah dirasakan hampir setiap pagi dalam beberapa hari terakhir.

“Beberapa hari ini kalau pagi hujan abu. Jadi kalau mau menjemur baju tidak bisa di luar ruangan, nanti kotor lagi terkena hujan abu,” ujarnya.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi tercatat terjadi pada pukul 07.30 WIB. Kolom abu teramati setinggi sekitar 500 meter di atas puncak gunung dengan arah sebaran ke timur laut.

Petugas Pos Pantau Gunung Api Semeru PVMBG, Yadi Yuliandi, menyampaikan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 112 detik. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal.

Hingga kini belum ada laporan dampak signifikan akibat aktivitas vulkanik tersebut. Status Gunung Semeru masih berada pada level III atau siaga. Meski demikian, warga di kawasan lereng gunung diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi radius aman, yakni tidak melakukan aktivitas dalam radius 8 kilometer dari pusat erupsi, khususnya di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan, serta menghindari aktivitas di sepanjang aliran sungai yang berpotensi terdampak awan panas dan lahar.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Transjakarta Operasikan Sejumlah Rute hingga 23.59 WIB Selama Arus Balik Lebaran

22 Maret 2026 - 10:55 WIB

Rem Tangan Rusak hingga Kaca Pecah, Dua Bus AKAP Dinyatakan Tak Layak Jalan

19 Maret 2026 - 16:34 WIB

48 Masjid Ramah Pemudik Disiapkan di Banyuwangi, Fasilitas Lengkap 24 Jam

18 Maret 2026 - 13:29 WIB

Pengamanan Mudik Lebaran di Lumajang, Patroli Rumah Kosong hingga Pos Pelayanan Terpadu

13 Maret 2026 - 16:14 WIB

Kesiapan Pemda Lumajang Saat Lebaran, Bupati Indah Standby Pantau Arus Mudik dan Pelayanan

13 Maret 2026 - 09:39 WIB

Tanpa Libur, Petugas Pemkab Lumajang Siap Layani Masyarakat Saat Mudik

13 Maret 2026 - 09:17 WIB

Trending di Nasional