Ibu Rumah Tangga Lumajang: MBG Sangat Menyentuh Kehidupan Kami - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 22 Jun 2026 11:49 WIB ·

Ibu Rumah Tangga Lumajang: MBG Sangat Menyentuh Kehidupan Kami


 Ibu Rumah Tangga Lumajang: MBG Sangat Menyentuh Kehidupan Kami Perbesar

Lumajang, – Di tengah menguatnya gelombang kritik mahasiswa terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah, suara berbeda muncul dari Kabupaten Lumajang.

Ribuan warga yang didominasi ibu rumah tangga, petani, nelayan, hingga peternak turun ke jalan menyatakan dukungan terhadap program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Aksi yang digelar Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis itu memadati kawasan Kantor DPRD Lumajang, Senin, (22/6/2026).

Massa membawa berbagai poster dukungan, termasuk tulisan “Lindungi Relawan”, di tengah panggung besar yang berdiri di lokasi aksi.

Heni, seorang ibu rumah tangga yang ikut dalam aksi tersebut, mengatakan program MBG memberikan dampak langsung terhadap kehidupan keluarganya. Ia menilai program tersebut tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Saya datang ke sini untuk membela Pak Presiden. Karena programnya sangat menyentuh langsung terhadap kami,” kata Heni di sela aksi.

Selain ibu rumah tangga, dukungan juga datang dari kalangan petani. Herman, petani asal Kecamatan Gucialit, menyebut program MBG memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa, terutama mereka yang terlibat dalam rantai pasok pangan.

“Saya sebagai petani sangat diuntungkan dengan adanya program MBG tersebut,” ujar Herman.

Koordinator aksi, Novi Sanjaya, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap kritik yang muncul di sejumlah kampus. Menurut dia, massa hanya ingin menyampaikan dukungan agar program MBG tetap berjalan dengan perbaikan tata kelola.

“Kami tidak melawan siapa pun dan tidak menyerang siapa pun. Ini murni aspirasi masyarakat. MBG tetap dilanjutkan, tetapi tata kelolanya diperbaiki dan ekonomi rakyat kecil dilindungi,” kata Novi.

Ketua DPRD Lumajang, Oktafiyani, mengatakan lembaganya menerima dan mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan massa aksi.

Menurut dia, DPRD berkewajiban menindaklanjuti setiap masukan masyarakat sebagai bagian dari fungsi representasi.

“Kami ini perwakilan masyarakat. Apa yang menjadi aspirasi mereka tentu kami dengarkan dan kami respons dengan baik,” kata Oktafiyani.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Trending di Nasional