Jakarta, – Aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Senin (25/8), menyebabkan lumpuhnya arus lalu lintas di sejumlah titik utama ibu kota.
Aksi yang mengusung tajuk “Revolusi Rakyat Indonesia” ini digelar sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah dan kenaikan tunjangan anggota DPR di tengah kondisi ekonomi rakyat yang memburuk.
Polisi menutup total Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke depan Gedung DPR, dimulai dari bawah flyover Senayan Park menuju arah Slipi. Akses keluar tol menuju DPR juga ditutup, dan kendaraan dialihkan ke pintu keluar Tol Slipi.
Jalur bus Transjakarta tetap dibuka namun dengan pengamanan ketat dari aparat. Meski begitu, sejumlah pengendara motor terlihat menerobos masuk jalur busway dengan cara mengekor bus yang melintas.
Baca juga: Demo Tolak Gaji DPR Rp100 Juta Lebih Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Situasi di depan DPR semakin padat sejak pagi hari. Ratusan pengemudi ojek daring memarkir motornya di sisi jalan, sebagai bentuk simbolik protes terhadap DPR. Massa aksi berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, buruh, hingga masyarakat umum.
“Kami lapar, mereka foya-foya! Gaji dan tunjangan DPR sudah tak masuk akal,” teriak seorang orator dari atas mobil komando.
Baca juga: Bebaskan 57 Ribu Warga dari PBB, Pemkot Malang Klaim Tak Ganggu PAD
Aksi ini dipicu oleh kemarahan publik di media sosial usai viralnya pemberitaan bahwa gaji dan tunjangan anggota DPR melebihi Rp100 juta per bulan.
Seruan aksi tersebar luas di platform-platform digital selama sepekan terakhir. Polisi terus menambah jumlah personel untuk mengamankan jalannya unjuk rasa.
Sampai pukul 12.30 WIB, massa terus berdatangan dan menutup hampir seluruh ruas jalan di sekitar Gedung DPR hingga ke kawasan Palmerah.
Belum ada pernyataan resmi dari DPR terkait tuntutan massa. Namun hingga siang hari, aparat masih bersiaga penuh mengantisipasi potensi kericuhan yang lebih besar.
Tinggalkan Balasan