Lumajang, – Jalan yang menjadi jalur evakuasi bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami kerusakan selama belasan tahun.
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp18 miliar pada tahun anggaran 2026 untuk memperbaiki sebagian ruas jalan tersebut.
Jalur tersebut menghubungkan Kecamatan Tempeh, Pasirian, Candipuro, hingga Pasrujambe. Kerusakan terparah berada di Desa Nguter, Kecamatan Pasirian. Aspal di sejumlah bagian jalan telah mengelupas hingga menyisakan bebatuan.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Lumajang Rudy Purbo mengatakan ruas jalan tersebut telah diusulkan kepada pemerintah pusat sejak tahun lalu, setelah erupsi Gunung Semeru pada November 2025.
“Karena Tempeh sampai Pasrujambe masuk jalur evakuasi juga. Makanya itu salah satu ruas jalan yang kami usulkan untuk dapat pendanaan dari pemerintah pusat,” katanya, Selasa (6/10/2026).
Menurut Rudy, kondisi kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Perbaikan pun dilakukan secara bertahap.
“Bisa jadi (belasan tahun), karena kerusakan jalan yang kami tangani di Selokgondang Sumberejo. Setelah kami ngobrol dengan pak tinggi ternyata sudah lebih dari 15 tahun,” kata Rudy.
Untuk tahun anggaran 2026, anggaran yang sudah dipastikan mencapai Rp18 miliar. Dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perbaikan jalan di jalur evakuasi bencana erupsi Semeru.
“Perbaikan dari Tempeh-Gesang, terus dari Gesang ke Tumpeng (Kecamatan Candipuro),” ujar Rudy.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Lumajang Heri Kurniawan mengatakan pengerjaan proyek dilakukan secara bertahap. Tahun ini, penanganan direncanakan sepanjang 6,2 kilometer mulai dari Tempeh hingga Tumpeng, Kecamatan Candipuro.
Rinciannya, ruas Tempeh-Gesang sepanjang 5,2 kilometer ditangani melalui IJD atau Instruksi Presiden Jalan Daerah. Sedangkan ruas Gesang-Tumpeng diusulkan mendapat perbaikan sepanjang 1 kilometer.
“Melalui IJD untuk Tempeh-Gesang sepanjang 5,2 kilometer. Kemudian untuk Gesang-Tumpeng kami usulkan perbaikan sejauh 1 kilometer,” kata Heri.
Namun, pengerjaan proyek tersebut masih berada dalam tahap pengadaan di pemerintah pusat. Heri mengatakan belum memperoleh informasi mengenai waktu kontrak dengan rekanan pelaksana.
“Untuk kontraknya belum ada konfirmasi dari Balai. Mudah-mudahan nanti lancar dan segera terealisasi, paling tidak kerusakan jalan dari Tempeh sampai Pasrujambe sudah tertangani separo sudah,” ujarnya.
Sementara itu, ruas jalan dari Tumpeng, Kecamatan Candipuro, hingga Kecamatan Pasrujambe direncanakan baru diperbaiki pada tahun anggaran 2027.
Heri mengatakan panjang jalan dari Tumpeng menuju Pasrujambe sekitar 6 kilometer. Dari panjang tersebut, ruas yang mengalami kerusakan sekitar 4 kilometer.
“Panjang jalan dari Tumpeng ke Pasrujambe kisaran 6 kilometer. Tetapi ruas yang rusak kisaran 4 kilometer,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan