Kemitraan Petani dan Pemerintah Dorong Padi Sehat Sidorejo - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 7 Mei 2025 12:30 WIB ·

Kemitraan Petani dan Pemerintah Dorong Padi Sehat Sidorejo


 Kemitraan Petani dan Pemerintah Dorong Padi Sehat Sidorejo Perbesar

Lensa warta – Musyawarah pertanian yang digelar di Kios “Kurnia Tani” Desa Sidorejo menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk menyamakan langkah menghadapi musim tanam padi berikutnya. Pemerintah Desa, PPL, Babinsa, dan Gapoktan sepakat mendorong implementasi program padi sehat, yaitu metode pertanian ramah lingkungan yang mengutamakan kualitas hasil dan keberlanjutan sumber daya alam.

Pertemuan yang dihadiri petugas OPT, pengurus HIPPA, serta perwakilan petani dari empat dusun di Sidorejo ini fokus pada penguatan koordinasi antar sektor. PPL dalam sesi pemaparan menjelaskan bahwa sistem padi sehat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida dan pupuk kimia, serta mengoptimalkan manajemen air.

“Kami mengajak petani beralih ke pertanian yang lebih lestari. Selain menjaga kesehatan tanah dan lingkungan, hasil panen bisa meningkat jika dikelola dengan baik,” kata salah satu penyuluh.

Babinsa Sidorejo menambahkan bahwa pihaknya mendukung penuh gerakan ini. Selain menjaga keamanan wilayah, mereka siap terlibat langsung mendampingi proses pertanian. “Kami ingin petani merasa aman dan semangat karena ada sinergi lintas sektor,” ujarnya.

Baca Juga : Burung Hantu Dijaga, Pertanian Lumajang Lebih Seimbang

Sebagai tahap awal, para peserta menyepakati dua hektare lahan untuk dijadikan percontohan padi sehat pada musim tanam mendatang. Program ini mendapat sambutan positif dari Ketua Gapoktan Sidorejo, Nur Rohman.

“Kalau sinergi ini berjalan, kami yakin hasil pertanian akan meningkat dan tidak merusak tanah. Ini harus ditiru desa lain,” ungkapnya.

Petani muda Sugiarto juga menyampaikan ketertarikannya terhadap metode baru ini. “Biasanya kami banyak pakai pupuk kimia. Tapi sekarang kami mulai sadar pentingnya merawat tanah. Saya siap coba,” ucapnya.

Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi pondasi untuk menciptakan pertanian desa yang mandiri, efisien, dan tahan terhadap perubahan iklim. Jika berhasil, model kemitraan Sidorejo dapat menjadi acuan praktik pertanian berkelanjutan di Kabupaten Lumajang.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

29 Persen Jalan Tertangani, Lumajang Terus Percepat Perbaikan Infrastruktur

30 September 2026 - 07:32 WIB

110 Ruas Masuk Kategori Rusak Berat, Pemkab Lumajang Prioritaskan Tempeh-Gesang

30 September 2026 - 07:30 WIB

110 Ruas Jalan di Lumajang Rusak Berat, Total Panjang Jalan Kabupaten Capai 1.090 Kilometer

29 September 2026 - 17:12 WIB

Trending di Daerah