Lumjang, – Ketua Kadin Lumajang Agus Setiawan menyoroti dampak konflik global terhadap dunia usaha di daerah. Menurutnya, eskalasi perang antara Iran dan Israel yang melibatkan kekuatan besar dunia berpotensi memicu gejolak ekonomi, terutama pada sektor energi yang bisa berimbas langsung pada aktivitas pengusaha hingga tingkat lokal.
Hal tersebut disampaikan Agus Setiawan saat kegiatan gathering dan buka puasa bersama yang digelar di Wakul Bucipto Lumajang, Sabtu (14/3/2026).
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para pengurus dan anggota Kadin yang hadir serta menekankan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah situasi global yang tidak menentu.
Agus mengakui saat ini banyak pengusaha mulai merasakan kekhawatiran terhadap dampak konflik geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, perang antara Iran dan Israel dapat menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian dunia, yang pada akhirnya juga akan dirasakan oleh pelaku usaha di daerah.
“Kalau bicara tentang pengusaha, sekarang pengusaha itu sedang pusing. Saya rasa sedang pusing menyongsong efek adanya perang di dunia, karena pasti pengaruhnya sampai juga ke bawah,” katanya.
Ia menjelaskan dampak paling cepat yang biasanya terasa dari konflik global adalah kenaikan harga energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
“Selain itu, Ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang merupakan jalur penting perdagangan energi dunia, dapat memicu lonjakan harga minyak global,” tutur dia.
Secara global, konflik Iran dan Israel memang memicu kenaikan harga minyak dunia karena gangguan pasokan energi, terutama jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu. “Kondisi ini berpotensi mendorong inflasi serta meningkatkan biaya transportasi dan produksi di berbagai negara,” ucap dia.
Bahkan dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak dunia melonjak hingga di atas 100 dolar AS per barel akibat gangguan distribusi minyak di kawasan Teluk yang dipicu konflik tersebut.
Agus juga menyinggung dinamika geopolitik dunia semakin kompleks, tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga di kawasan Asia.
“Berbagai prediksi ketegangan global yang membuat masyarakat, termasuk kalangan pengusaha, perlu mulai memahami situasi geopolitik dunia,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi global seperti ini harus menjadi perhatian bersama agar dunia usaha bisa lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di masa depan.
Meski demikian, Agus tetap mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas dan persaudaraan di antara anggota organisasi. Ia mengajak seluruh anggota untuk tetap kompak serta saling membantu ketika ada rekan yang mengalami kesulitan.
“Kita harus menjaga kekompakan dan persaudaraan. Kalau ada teman yang punya masalah kita bantu, kalau ada yang membutuhkan kita juga bantu. Karena kita satu organisasi, satu keluarga,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan