Lumajang, – Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Lumajang, Agus Setiawan, mengingatkan potensi dampak konflik antara Iran dan Israel terhadap sektor energi, termasuk kemungkinan efeknya sampai ke wilayah Indonesia, khususnya Lumajang.
Peringatan ini disampaikan dalam acara buka bersama keluarga besar Pemuda Pancasila yang dihadiri sekitar 200 anggota dan pengurus dari berbagai penjuru Lumajang di Rumah Makan Istana Kuliner, beberapa waktu lalu.
Agus mengatakan konflik di Timur Tengah yang semakin intens dapat memengaruhi pasar energi global, termasuk harga dan ketersediaan bahan bakar.
“Perang antara Iran dan Israel ini bisa berdampak sampai ke daerah, terutama di sektor energi,” kata dia, Jumat (13/3/2026).
Pengamat dan media internasional juga mencatat konflik tersebut telah menyentuh sektor energi dunia secara signifikan.
Harga minyak dunia sempat melonjak tajam, bahkan melewati ambang 100 dolar AS per barel karena gangguan pasokan dan ancaman terhadap jalur strategis seperti Selat Hormuz – jalur penting yang dilalui sekitar 20 persen dari total ekspor minyak global.
Selat Hormuz merupakan rute utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia ke seluruh dunia. “Ketika keamanan di jalur ini terganggu akibat konflik, pasokan dapat terhambat, yang secara otomatis mendorong harga energi naik di pasar global,” kata dia.
Lebih jauh, Agus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying (pembelian panik) jika terjadi gejolak pada pasokan energi di masa mendatang.
Menurutnya, tindakan atau kekhawatiran yang berlebihan justru bisa berdampak negatif bagi kebutuhan masyarakat yang benar-benar membutuhkan energi.
“Kalau sampai nanti memang kita harus menghadapi keterbatasan energi, jangan sampai kita ikut-ikutan panic buying. Ini bisa membuat kebutuhan sesungguhnya jadi tidak terpenuhi,” imbuhnya.
Tinggalkan Balasan