BLT DBHCHT Lumajang untuk Buruh Tani Tembakau - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 4 Des 2025 19:15 WIB ·

Lumajang Salurkan Rp1,2 Juta BLT DBHCHT untuk Kebutuhan Pokok dan Pendidikan Anak


 Lumajang Salurkan Rp1,2 Juta BLT DBHCHT untuk Kebutuhan Pokok dan Pendidikan Anak Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesejahteraan kelompok rentan, khususnya buruh tani tembakau. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) tahun 2025.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menyerahkan bantuan secara simbolis kepada buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di Stadion Srikandi, Kecamatan Tempeh, Selasa (2/12/2025).

6.933 Warga Menerima Manfaat BLT DBHCHT 2025

Penyaluran bantuan berlangsung hingga 5 Desember 2025.
Tahun ini, bantuan menyasar:

  • 2.959 buruh tani tembakau

  • 151 buruh pabrik rokok

  • 317 masyarakat miskin terdampak sektor tembakau
    Total 6.465 penerima mendapatkan manfaat langsung dari program ini.

BLT sebagai Bentuk Kehadiran Negara

Dalam sambutannya, Bunda Indah menegaskan bahwa BLT DBHCHT bukan sekadar program tahunan. Ia menilai kebijakan ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor tembakau—sektor yang sangat sensitif terhadap cuaca, pasar, dan produktivitas.

“Bantuan ini bukan hanya program rutin. Ini bukti nyata bahwa negara hadir. Dana cukai yang kita terima kembali kepada masyarakat untuk kebutuhan pokok, pendidikan anak-anak, dan penguatan ekonomi keluarga,” tegas Bunda Indah.

Skema Bantuan Lebih Efektif untuk Kebutuhan Dasar

Tahun ini, setiap penerima mendapatkan Rp1.200.000, akumulasi dari Rp300.000 per bulan selama empat bulan.
Pencairan dilakukan sekaligus melalui kerja sama dengan Bank Jatim, sehingga masyarakat dapat mengatur penggunaan dananya dengan lebih fleksibel.

Skema ini dianggap lebih efektif karena membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberi ruang untuk pengelolaan dana secara produktif.

Pesan Bunda Indah: Gunakan Dana dengan Bijak

Bunda Indah turut mengingatkan agar dana bantuan dimanfaatkan sebaik mungkin. Menurutnya, penggunaan BLT secara tepat dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi keluarga.

“Saya berharap bantuan ini digunakan untuk kebutuhan pokok, pendidikan anak-anak, atau modal usaha kecil. Ini alat untuk memperkuat ekonomi keluarga, bukan tujuan akhir,” pesannya.

Menjawab Tantangan Sosial-Ekonomi ke Depan

Ia juga menegaskan bahwa tantangan sosial-ekonomi akan semakin kompleks. Karena itu, ia berharap masyarakat menjadikan bantuan ini sebagai pijakan awal menuju kondisi ekonomi yang lebih tangguh.

“Mari jadikan bantuan ini batu pijakan untuk kehidupan yang lebih sejahtera. Dengan dukungan pemerintah daerah, kita wujudkan Lumajang yang amanah, manusiawi, dan berkeadilan,” tutup Bunda Indah.

Instrumen Penting untuk Stabilitas Ekonomi Lokal

Program BLT DBHCHT kembali menjadi instrumen penting Pemkab Lumajang dalam menguatkan keberpihakan kepada buruh tembakau. Selain itu, program ini turut menjaga keberlanjutan ekonomi lokal yang selama ini bertumpu pada sektor hasil tembakau.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Trending di Daerah