Mahal Tak Masalah, Asal Jelas, Wisatawan Minta Harga Kuliner Tumpak Sewu Ditulis di Menu - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Arak-Arakan Becak Listrik Lansia Jadi Simbol Pembangunan Humanis Lumajang 100 Becak Listrik Hadiah Presiden: Napas Baru untuk Pengayuh Becak Lumajang yang Mulai Sepuh Transformasi Digital Tak Cukup dengan Infrastruktur: “Kuncinya Ada pada Pemanfaatan yang Efektif” Atlet Disabilitas Lumajang Bikin Sejarah: Sabet 3 Emas dan 1 Perak di Keparprov Jatim 2025 Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Pemerintah Perkuat Mitigasi Berbasis Informasi Resmi di Kawasan Lahar Semeru

International · 29 Sep 2025 12:44 WIB ·

Mahal Tak Masalah, Asal Jelas, Wisatawan Minta Harga Kuliner Tumpak Sewu Ditulis di Menu


 Mahal Tak Masalah, Asal Jelas, Wisatawan Minta Harga Kuliner Tumpak Sewu Ditulis di Menu Perbesar

Lumajang, – Kawasan wisata Air Terjun Tumpak Sewu tak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi mulai ramai dengan berbagai pilihan kuliner.

Namun, di balik geliat wisata kuliner tersebut, sejumlah wisatawan mengeluhkan satu hal yang cukup mengganggu, tidak adanya informasi harga pada menu makanan.

Reno, warga lokal yang tinggal di sekitar kawasan Air Terjun Tumpak Sewu, mengatakan wisatawan asing seperti dari Cina dan Eropa kerap kali bingung saat hendak memesan makanan.

Baca juga: Bukan di Amerika, Niagara Ini Ada di Lumajang! Apa Rahasianya Makin Diburu Wisatawan Dunia?

“Alhamdulillah mas, masakan luar negeri banyak di sini. Tapi wisatawan itu minta harga ditulis di menu. Kasihan mereka gak ngerti bahasa Indonesia, jadi bingung pas bayar. Mohon maaf, ditulis aja berapapun harganya, biar gak kaget,” katanya, Senin (29/9/25)

Keluhan serupa juga datang dari wisatawan asal Jakarta, Hendra. Ia menyebut transparansi harga sangat penting, terutama di tempat wisata.

Baca juga: Dulu Semua Orang Tahunya Jember, Mohammad Fawait:  Sekarang Kita Harus Sadar

“Jadi gak ada dusta di antara kita. Kopi Rp50 ribu? Tulis aja Rp50 ribu. Kalau gak kuat beli yang mahal, kita bisa pilih yang lain. Yang penting jelas dari awal,” ucapnya.

Menurut Hendra, wisata kuliner bisa menjadi daya tarik tersendiri jika dikelola dengan baik. Namun, ketidakjelasan harga justru bisa merusak pengalaman wisata secara keseluruhan.

Tak hanya soal harga, Reno menyoroti pentingnya penyusunan menu yang ramah wisatawan asing.

“Tulisan Inggris atau Mandarin perlu juga. Karena banyak wisatawan asing yang kesulitan memahami menunya. Ini penting untuk mendukung pariwisata yang lebih ramah dan profesional,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Geolog Indonesia-Australia Pelajari Jejak Mineral Banyuwangi, Pulau Merah Jadi Laboratorium Alam

2 Desember 2025 - 17:06 WIB

Rencana Whoosh Sambung ke Surabaya Terancam Tersendat, Masalah Utang Belum Tuntas

22 Oktober 2025 - 12:57 WIB

Surga Tersembunyi di Lumajang, Tumpak Sewu Tawarkan Pengalaman Wisata Penuh Petualangan

9 Oktober 2025 - 17:56 WIB

Stasiun KRL Surabaya Akan Terapkan Konsep TOD, Dorong Gaya Hidup Urban Modern

7 Oktober 2025 - 18:38 WIB

Dorong TOD, Setiap Stasiun KRL Surabaya Bakal Jadi Pusat Aktivitas Baru Masyarakat Perkotaan

6 Oktober 2025 - 15:18 WIB

Kabar Terbaru Proyek KRL Surabaya, Jalur Ganda Gubeng–Sidoarjo Siap Dibangun, Proyek Senilai Rp4,1 Triliun Dimulai 2029

6 Oktober 2025 - 15:10 WIB

Trending di International