Lumajang, – Banjir lahar hujan Gunung Semeru membuat dua warga Lumajang, Sugito dan Dimas, harus mendorong motornya sendiri saat nekat menerjang aliran Sungai Regoyo, Kecamatan Senduro, Selasa siang, 2026. Motor mereka mogok karena mesin kemasukan air.
Motor Sugito tiba-tiba macet saat melintasi sungai. Melihat hal itu, warga sekitar segera membantu mendorong kendaraan ke tepi sungai. Tak lama berselang, motor matic Dimas juga mengalami nasib yang sama. Ia pun terpaksa mendorong motornya mencari bengkel terdekat.
Sugito, warga setempa, mengatakan mereka nekat menerjang banjir lahar karena hujan deras terjadi di puncak Gunung Semeru, sehingga berpotensi memicu banjir susulan dan tidak memungkinkan untuk menunggu.
“Mesin motor saya tiba-tiba mati karena kemasukan air. Untung ada warga yang langsung bantu dorong ke tepi sungai,” katanya, Selasa (17/2/2026).
Sementara itu, Dimas, warga lainnya, mengatakan Banjir lahar dari Gunung Semeru kerap terjadi saat hujan deras di puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa.
“Motor matic saya juga mogok, jadi harus dorong sendiri sampai ke bengkel terdekat. Kondisinya cukup berbahaya,” ucapnya.
Tinggalkan Balasan