Nilai Pramuka Bukan Nostalgia, Tapi Bekal Hadapi Era Digital - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 21 Agu 2025 15:16 WIB ·

Nilai Pramuka Bukan Nostalgia, Tapi Bekal Hadapi Era Digital


 Nilai Pramuka Bukan Nostalgia, Tapi Bekal Hadapi Era Digital Perbesar

Lumajang, – Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, nilai-nilai kepramukaan tetap dianggap relevan dan bahkan krusial dalam menjawab tantangan era digital.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPRD Lumajang, Oktafiani, dalam upacara peringatan Hari Pramuka ke-64 di Alun-Alun Lumajang, Jumat (21/8/25).

Dalam pidatonya, Oktafiani menekankan bahwa gerakan Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai simbol kegiatan luar ruang atau warisan masa lalu.

Baca juga: Renovasi Alun-Alun Lumajang: Penutupan Sementara untuk Wajah Baru

Justru, di tengah disrupsi digital, hoaks, dan krisis etika siber, nilai-nilai dasar Pramuka seperti kejujuran, tanggung jawab, solidaritas, dan cinta tanah air menjadi lebih dibutuhkan dari sebelumnya.

“Kita hadapi banyak tantangan hoaks, ketimpangan, intoleransi. Tapi kita juga punya modal kuat nilai-nilai Pramuka. Ini bukan nostalgia, ini bekal untuk masa depan,” ujarnya tegas.

Baca juga: Surfing at Dampar Beach Lumajang: Java’s Hidden Treasure

Menurutnya, generasi muda Pramuka perlu menjadi pelopor etika digital. Mereka harus aktif sebagai penyaring informasi yang benar, penyampai fakta, dan penebar nilai-nilai kebaikan di ruang maya.

Lebih dari itu, keberanian dan keteguhan karakter yang diajarkan dalam kepramukaan harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata, termasuk dalam dunia digital.

“Bukan hanya soal Pramuka yang disiplin atau cinta alam. Ini soal siapa yang akan berdiri di garis depan ketika bangsa butuh penopang. Pramuka harus menjadi itu,” lanjutnya.

Oktafiani juga mengajak anggota Pramuka untuk memperkuat kerja sama lintas batas usia, sektor, dan budaya.

Di tengah polarisasi sosial dan tantangan keberagaman, nilai-nilai Pramuka bisa menjadi jembatan penghubung yang mempererat persatuan dan membangun ketahanan sosial dari level komunitas.

Selain mengingatkan pentingnya peran Pramuka dalam dunia digital, ia juga mendorong agar gerakan ini tetap membumi: aktif di tengah masyarakat, membantu sesama, dan membina keterampilan warga.

“Pramuka bukan untuk keren-kerenan. Kita ada untuk bergerak. Aksi nyata, bukan seremonial,” tegas Oktafiani.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

Trending di Daerah