Patih Nambi, Pahlawan Lamajang Tigang Juru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 16 Des 2023 07:26 WIB ·

Patih Nambi, Pahlawan Lamajang Tigang Juru


 Patih Nambi, Pahlawan Lamajang Tigang Juru Perbesar

Lumajang, yang memiliki sejarah panjang kini menginjak usia yang ke 768 tahun. Patih Nambi, putra Arya Wiraraja, menjadi tokoh kunci dalam sejarah Lamajang yang tercatat dalam Babad Pararaton dan Kidung Harsa Wijaya. Menurut sejarawan, Nambi lahir di Lamajang kemudian mengikuti jejak ayahnya dalam pengabdian pada kerajaan Singosari dan mendapatkan pendidikan di ibu kota.

Sebagai penasehat Wangsa Rajasa, Patih Nambi menjadi pengikut setia Raden Wijaya, pemimpin muda dari wangsa keturunan Ken Arok dan Ken Dedes. Saat terjadi kekacauan akibat gugurnya Raja Kertanegara, Raden Wijaya menjadi buronan Jayakatwang, dan tidak ada pejabat Singosari yang berani menerima dia. Nambi memainkan peran penting dengan mencari perlindungan pada ayahnya, Arya Wiraraja, yang saat itu menjabat sebagai Adipati Sumenep.

Baca juga: Molen, Lamadjang Tigang Juru, dan Bola Voli: Jejak Sejarah yang Hidup di Turnamen Lumajang

Dengan bantuan Arya Wiraraja, Raden Wijaya mendapat pengampunan dan sebuah tanah di hutan Terik. Pembukaan hutan ini melibatkan orang-orang Madura, membentuk desa bernama Majapahit. Nambi juga berperan penting saat tentara kekaisaran Mongol menyerang Jawa, menyediakan pasukan Madura dan dukungan keuangan untuk merebut kembali Singosari dari Jayakatwang.

Setelah kekalahan Jayakatwang dan penyingkiran tentara Mongol, terbentuk dua kerajaan besar yakni Majapahit dan Lamajang Tigang Juru, Arya Wiraraja sebagai pemimpinnya. Raja Majapahit kemudian mengangkat Nambi menjadi Patih Majapahit, sementara Ronggolawe, putra Arya Wiraraja lainnya, menjadi Adipati Tuban.

Konflik internal Majapahit setelah Nambi menjadi Mahapatih

Namun, konflik muncul ketika Nambi menjadi Patih, menimbulkan perang antara Tuban dan Majapahit yang berakhir dengan gugurnya Ronggolawe pada tahun 1295 Masehi.

Patih Nambi dikenal sebagai sosok pendiam, lemah lembut, dan setia kawan. Ia ahli administrasi ulung, membuat Raden Wijaya mengangkatnya sebagai Patih Majapahit. Namun, setelah Raden Wijaya wafat, posisinya digoyang oleh Ramapati atau Halayudha. Pada saat Arya Wiraraja sakit, Nambi pulang ke Lamajang untuk menjenguk Ayahnya. Ramapati melaporkan ke Raja bahwa Nambi menolak kembali ke Majapahit, memicu fitnah terhadap Patih Nambi bahwa Nambi hendak memberontak.

Pada tahun 1316 Masehi, Arya Wiraraja meninggal, dan raja Jayanagara menyerang Lamajang Tigang Juru. Nambi melakukan perlawanan sengit, tetapi akhirnya gugur dalam serangan yang melibatkan panglima Majapahit. Setelah kematiannya, terjadi pembantaian besar-besaran terhadap rakyat Lamajang Tigang Juru, termasuk keluarga Patih Nambi. Kisah kepahlawanan dan pengabdian Patih Nambi menjadi bagian penting dalam sejarah Lumajang Tigang Juru, menandai perjuangan melawan penindasan dan pengkhianatan.

sumber : rc-org.com

Artikel ini telah dibaca 324 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pagi Ini Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu 1,1 Km Mengarah ke Selatan

6 April 2026 - 07:58 WIB

Cegah Pungli, Aparat Gabungan Siaga di Jalur Rawan Tumpak Sewu

5 April 2026 - 12:23 WIB

Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur 3,5 Km ke Tenggara

5 April 2026 - 10:37 WIB

Hadapi Lonjakan Libur Panjang, KAI Daop 9 Jember Siapkan 32 Ribu Kursi

4 April 2026 - 10:57 WIB

Untuk Pertama Kali, MBG Sistem Prasmanan Diuji di Kota Malang

3 April 2026 - 18:14 WIB

Gerakan Indonesia Asri Bergulir di Pantai Bambang, Pemkab Lumajang Perkuat Komitmen Wisata Bersih

2 April 2026 - 15:28 WIB

Trending di Pariwisata