Lumajang, – Pelantikan Pelaksana Tugas (PLT) Perumdam Semeru oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang menandai dimulainya babak baru bagi perusahaan daerah yang selama ini berada dalam kategori sakit.
Di tengah kondisi keuangan yang belum sepenuhnya pulih serta ketiadaan penyertaan modal pada awal tahun anggaran, Pemkab Lumajang tetap menunjukkan optimis untuk menyehatkan kembali Perumdam Semeru.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD memiliki tanggung jawab moral dan struktural untuk memastikan perusahaan daerah tidak sekadar bertahan, tetapi mampu bangkit menjadi badan usaha yang sehat dan produktif. Pemerintah daerah pun memberikan waktu dan ruang kepada manajemen baru untuk bekerja dan membuktikan kinerjanya.
“Saya dan eksekutif, Wakil Bupati, pemerintah daerah, serta DPRD sama-sama memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menyehatkan perusahaan daerah ini. Saya sudah sampaikan ke DPRD, beri kami waktu untuk menyehatkan. Kalau memang mentok dan tidak bisa, baru kita tutup. Tapi saya yakin Perumdam Semeru tidak akan pernah ditutup, justru akan menjadi perusahaan daerah yang sehat,” katanya, Junat (23/1/2026).
Di bawah kepemimpinan PLT Perumdam Semeru Maulana Haqiqi, manajemen mulai menata ulang strategi bisnis perusahaan dengan pendekatan realistis dan berkelanjutan. Mengingat keterbatasan modal, Perumdam Semeru memfokuskan usaha pada sektor dengan perputaran cepat dan risiko relatif rendah, salah satunya distribusi pasir.
Perumdam Semeru berperan sebagai distributor dengan mengambil material dari stockpile, kemudian memasarkan dan mendistribusikannya ke batching plant, pabrik, serta berbagai sektor industri lainnya. Skema pembayaran dilakukan secara berkala dengan tempo singkat agar arus kas perusahaan tetap terjaga.
“Modelnya kita minim modal. Kita sebagai distributor, pembayarannya bisa tiga hari sekali. Keuntungannya memang tidak besar, tapi bisa terus berjalan. Yang penting perusahaan ini bisa survive, untung, dan stabil,” ujarnya.
Selain distribusi pasir, Perumdam Semeru juga telah menjalankan usaha distribusi pupuk yang akan terus diperkuat. Meski di Kabupaten Lumajang terdapat delapan distributor pupuk dan Perumdam Semeru menjadi salah satunya, keterbatasan kuota masih menjadi tantangan yang akan diupayakan peningkatannya ke depan.
Manajemen juga merencanakan pengembangan usaha distribusi komoditas lain seperti gula, micin, dan kebutuhan pokok lainnya. Dengan posisi sebagai perusahaan daerah, Perumdam Semeru memanfaatkan jejaring dan kewenangan pemerintah untuk menjalankan kerja sama berbasis Delivery Unit (DU) dengan sistem bagi hasil, sehingga pengembangan usaha dapat dilakukan tanpa membebani keuangan perusahaan.
Tak hanya berfokus pada penguatan bisnis, Perumdam Semeru juga menyiapkan transformasi menuju perusahaan daerah yang modern dan berbasis teknologi. Salah satu cita-cita yang ingin diwujudkan adalah sistem distribusi pasir berbasis digital yang memudahkan konsumen, termasuk dari luar daerah, dalam melakukan pemesanan secara transparan.
“Harapannya, orang mau beli pasir di Lumajang cukup lewat web, kirim lokasi, lalu keluar harganya. Ini memang belum terjadi, tapi menjadi cita-cita yang akan kami kejar,” katanya.
Di sisi lain, pembenahan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari upaya kebangkitan perusahaan. Maulana Haqiqi menegaskan Perumdam Semeru membutuhkan tim yang sevisi, memiliki semangat pelayanan, dan siap bekerja keras. “Evaluasi SDM akan dilakukan secara menyeluruh, serta membuka ruang kolaborasi dengan tenaga profesional dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi dan praktisi muda,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan