Lumajang, – Upaya pencarian Rizky Andi Dhermawan, 33 tahun, korban kecelakaan laut perahu nelayan Tuan Muda, di perairan selatan Kabupaten Lumajang, terus berlanjut.
Selain menyisir laut dan daratan, tim pencarian mengandalkan informasi dari nelayan setempat serta penyebaran informasi melalui radio komunitas dan media sosial.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengatakan pencarian dilakukan bersama Basarnas Kantor SAR Banyuwangi Pos SAR Jember dengan melibatkan sejumlah unsur dan potensi relawan.
“BPBD Lumajang bersama Basarnas Kantor SAR Banyuwangi Pos SAR Jember melanjutkan penyisiran menggunakan perahu landing craft rubber (LCR),” kata Isnugroho, Senin (19/10/2026).
Dalam operasi tersebut, nelayan di sekitar Pantai Dampar turut membantu penyisiran dan menyebarkan informasi kepada nelayan lain di sepanjang pesisir.
“Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan informasi terkait keberadaan Rizky,” jelasnya.
Penyisiran laut pada Minggu, 18 Oktober 2026, dilakukan dari Pantai Dampar menuju perairan sekitar Pantai Watu Godek dan muara Kaliglidik di Kecamatan Tempursari.
“Tim kemudian bergerak ke arah timur, menuju kawasan Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar,” ucap dia.
“Selain menggunakan perahu LCR, tim juga melakukan penyisiran darat di sejumlah titik pesisir, antara lain Pantai Bambang, Pantai Watu Pecak, Pantai Parupa, Pantai Mbah Drajit, dan muara Pantai Tempursari,” tambahnya.
Diketahui, Rizky merupakan warga Desa Wringin Pitu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. Ia dilaporkan hilang setelah perahu Tuan Muda yang ditumpanginya bersama dua rekannya mengalami kecelakaan laut pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Tinggalkan Balasan