Penutupan Jalur Gumitir Picu Kemacetan 30 Km di Banyuwangi, Sopir: Bus Saya Belum Bergerak Sejak Subuh - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 24 Jul 2025 19:22 WIB ·

Penutupan Jalur Gumitir Picu Kemacetan 30 Km di Banyuwangi, Sopir: Bus Saya Belum Bergerak Sejak Subuh


 Penutupan Jalur Gumitir Picu Kemacetan 30 Km di Banyuwangi, Sopir: Bus Saya Belum Bergerak Sejak Subuh Perbesar

Banyuwangi, – Penutupan akses jalur Gumitir mulai menunjukkan dampak serius. Kamis pagi ini (24/7/25), kemacetan mengular sepanjang 30 kilometer dari Baluran hingga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Kemacetan parah ini menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total. Dua jalur yang seharusnya digunakan untuk arah berlawanan kini dipenuhi kendaraan yang semuanya mengarah ke pelabuhan.

Situasi ini semakin memburuk karena tidak ada rekayasa lalu lintas yang memadai.

Jhon Miswan, sopir bus jurusan Yogyakarta–Banyuwangi, menjadi salah satu korban macet. Ia terjebak di kawasan Galekan, Bajulmati, sejak pukul 04.30 WIB. Hingga pukul 08.37 WIB, bus yang dikemudikannya belum bergerak sama sekali.

Baca juga: Ditengah Kemacetan Ekstrem, Banyuwangi Tetap Gelar Tour de Ijen

“Ada beberapa penumpang yang memilih turun dan pulang menggunakan ojek,” ujar Jhon saat dihubungi.

Bus Jhon seharusnya tiba di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 02.30 WIB dini hari tadi, jika melalui jalur Gumitir.

Namun karena jalur selatan ditutup, seluruh kendaraan dialihkan ke jalur pantura yang kini kewalahan menampung lonjakan volume kendaraan.

“Kami tidak bisa protes, ini mengikuti aturan. Tapi kondisinya memang tidak bisa bergerak sama sekali,” katanya.

Baca juga:Tingginya Plasi Bawang Merah di Probolinggo Jadi Sorotan, DPRD Minta Regulasi Tegas

Dari 35 penumpang yang ia bawa, hanya lima orang yang masih bertahan di dalam bus. Sisanya memilih mencari alternatif lain atau menunggu di luar kendaraan.

Situasi ini mendapat sorotan dari Ketua DPC Organda Kota Probolinggo, Tommy Wahyu Prakoso.

Ia mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi penutupan jalur Gumitir, yang dinilainya dilakukan tanpa kesiapan infrastruktur alternatif.

“Kami berharap penutupan bisa ditunda hingga ada kepastian akses menuju Ketapang,” tegas Tommy.

Menurutnya, kemacetan ini bisa disebabkan oleh dua hal. Pertama, adanya pengetatan operasional di Pelabuhan Ketapang akibat inspeksi keselamatan dan pertimbangan cuaca. Kedua, karena lonjakan kendaraan yang dialihkan dari jalur selatan ke jalur pantura.

“Untuk alasan pertama, kami tidak keberatan karena menyangkut keselamatan penumpang,” jelas Tommy.

“Tapi untuk alasan kedua, seharusnya pemerintah sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas atau penambahan jalur alternatif. Kalau tidak siap, penutupan seperti ini justru merugikan semua pihak,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait soal rencana penanganan kemacetan di jalur Baluran–Ketapang. Sementara ribuan kendaraan masih mengantre dalam kondisi stagnan.

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil di Berkas Berbeda dengan Aplikasi, Dinsos Lumajang Coret Pendaftar Beasiswa

7 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Jalan Terlalu Curam, Petugas Belum Bisa Padamkan Api di Perbukitan Argosari

6 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Trending di Nasional