Lumajang, – Desa Jatigono, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-54 dengan menggelar pawai dan grebeg gunungan hasil bumi, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi syukur sekaligus upaya mempererat kebersamaan masyarakat.
Pawai yang dimulai pukul 14.00 WIB itu diikuti 65 kelompok. Jumlah tersebut melampaui perkiraan awal panitia yang semula memperkirakan sekitar 30 kelompok akan berpartisipasi.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kelompok RT/RW dan dusun, kelompok tani, lembaga pendidikan hingga kelompok pemuda.
Kepala Desa Jatigono, H. Rudy Prasetyo, yang akrab disapa Abah Rudy, mengatakan kegiatan Sedekah Desa tersebut digelar untuk pertama kalinya setelah melalui musyawarah dan mendapat dukungan warga.
“Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Warga bergotong royong menyiapkan gunungan yang dihias menggunakan hasil bumi untuk kemudian diarak dalam pawai,” katanya.
Desa Jatigono sendiri resmi berdiri pada 8 Oktober 1972. Dengan demikian, peringatan pada tahun ini menandai usia desa yang telah mencapai 54 tahun.
Anggota DPRD Lumajang, Zaenal Abidin, yang akrab disapa Pakdhe, turut mendukung kegiatan tersebut.
Sebagai penasihat acara sekaligus pegiat budaya dari Kecamatan Kunir, kata dia, Sedekah Desa dapat menjadi sarana untuk menjaga tradisi Jawa agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Selain melestarikan budaya, kegiatan itu dinilai dapat menjadi ruang hiburan bagi warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong,” katanya.
Zaenal mengatakan, penyelenggaraan Sedekah Desa tidak harus bergantung pada iuran besar. Menurut dia, masyarakat dapat berpartisipasi sesuai kemampuan dengan bekerja bersama menyiapkan dan menghias gunungan hasil bumi.
“Gunungan tersebut kemudian diarak bersama-sama sebelum hasil bumi dibagikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap, kegiatan ini bisa menkadi agenda tahunan di Desa Jatigono.
“Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang membuat masyarakat bangga terhadap desanya,” harapnya.
Tinggalkan Balasan