Program Makan Bergizi Gratis Tambah Kebutuhan Beras, Lumajang Pastikan Stok Aman - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 29 Okt 2025 10:54 WIB ·

Program Makan Bergizi Gratis Tambah Kebutuhan Beras, Lumajang Pastikan Stok Aman


 Program Makan Bergizi Gratis Tambah Kebutuhan Beras, Lumajang Pastikan Stok Aman Perbesar

Lumajang, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di Kabupaten Lumajang turut menambah permintaan beras di wilayah ini.

Namun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang memastikan stok beras tetap aman berkat pasokan dari puluhan penggilingan padi lokal dan cadangan pangan yang tersedia di Bulog.

Hasil sampling DKPP menunjukkan bahwa tiga penggilingan besar memiliki stok beras hingga 3.000 ton, ditambah cadangan gabah kering giling (GKG) ratusan ton.

Di antaranya, PT Mustikatama Group memiliki 3.000 ton beras dan 500 ton GKG, PT Nagayana Benia Union menyimpan 935 ton beras dan 1.148 ton GKG, serta UD Pak Tani dengan stok 30 ton beras dan 20 ton GKG.

Baca juga: Remaja dan Dewasa Paling Banyak Terjangkit ISPA di Lumajang

Menurut Ika Wahyuni Hariyanti, Analis Ketahanan Pangan DKPP Lumajang, stok beras dipastikan cukup untuk beberapa bulan ke depan. Bahkan, peningkatan konsumsi akibat program MBG tidak menimbulkan kekhawatiran.

“Stok beras dipastikan aman. Adanya MBG juga tidak terlalu berdampak besar karena penggilingan padi di Lumajang jumlahnya puluhan, sedangkan ketersediaan beras di Bulog juga siap,” ujar Ika, Rabu (29/10/2025).

Baca juga: Dari Cinta ke Jeruji Besi, Kisah Yuanita dan Mantan Suami di Balik Korupsi Sosperda Jember

Rata-rata kebutuhan beras masyarakat Lumajang mencapai hampir 8.000 ton per bulan, dengan asumsi konsumsi harian 250 gram per orang.

Sekitar 80 penggilingan padi di Lumajang tetap beroperasi aktif, baik skala kecil maupun besar, untuk memastikan pasokan beras tercukupi dan mendukung kelancaran program MBG di seluruh kabupaten.

Novi Sanjaya, pengelola SPPG Pasrujambe, menambahkan, satu dapur MBG membutuhkan sekitar 250 kilogram beras per hari untuk menyiapkan ribuan porsi makanan. Dalam sebulan, satu dapur bisa menghabiskan hingga 5 ton beras.

“Sehari kami menghabiskan sekitar 250 kilogram beras untuk 3.000 ompreng. Kebutuhan beras dan bahan lainnya sejauh ini tetap aman,” kata Novi.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Puluhan Rumah Rusak dan Dapur Ambruk, Banjir Bandang Terjang Jember

3 Februari 2026 - 15:39 WIB

Banjir Bandang Hantam Dua Kecamatan di Jember, Satu Warga Terseret

3 Februari 2026 - 15:28 WIB

Trending di Daerah