Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan relokasi menjadi solusi permanen bagi warga terdampak banjir lahar Gunung Semeru.
Sebagai langkah konkret, pemkab telah menyiapkan lahan seluas sekitar 1,5 hektare di belakang balai desa untuk pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak.
Kebijakan relokasi ini diambil sebagai bagian dari mitigasi bencana jangka panjang. Kawasan permukiman sebelumnya dinilai rawan terdampak aliran lahar saat intensitas hujan tinggi di lereng Semeru, sehingga keselamatan warga menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan relokasi tidak bisa ditawar demi menghindari risiko bencana serupa di masa mendatang.
“Tidak ada pilihan selain relokasi. Ini demi keselamatan bersama,” tegasnya, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, lahan relokasi telah tersedia dan pemerintah daerah segera mengusulkan pembangunan hunian tetap kepada pemerintah pusat agar proses pembangunan dapat segera direalisasikan.
Puluhan rumah warga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari dan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, sebelumnya tertimbun material pasir dan batu setinggi lebih dari dua meter akibat banjir lahar yang terjadi pada 5–6 Desember 2025. Kondisi tersebut membuat rumah tidak lagi layak huni.
Tinggalkan Balasan