Lumajang, – Situs Selogending di Kabupaten Lumajang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya unggulan.
Selain menyimpan nilai sejarah dan spiritual, kawasan ini berpotensi dihidupkan melalui sentuhan seni budaya yang berkelanjutan, sehingga mampu menarik kunjungan wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Ketua Kadin Lumajang, Agus Setiawan, mengatakan pengembangan Situs Selogending tidak bisa hanya berfokus pada pelestarian fisik semata.
Menurutnya, keautentikan situs harus tetap dijaga, namun perlu diperkuat dengan unsur seni dan budaya agar pengunjung dapat merasakan suasana sejarah secara lebih mendalam.
“Mau tidak mau, keautentikannya harus dijaga. Kedua, ditambah dari sisi seni budayanya,” katanya, Minggu (4/1/2026).
Ia mencontohkan, suasana kawasan situs dapat dihidupkan dengan menghadirkan alunan musik karawitan Jawa yang diperdengarkan secara pelan dan sayu.
Musik tersebut bisa diputar baik saat ada maupun tidak ada pengunjung, sehingga ketika seseorang memasuki kawasan Situs Selogending, nuansa romantisme sejarah langsung terasa.
“Begitu orang masuk ke sini, sudah langsung muncul romantisme sejarahnya,” ucap dia.
Lebih lanjut, Agus melihat adanya potensi lahan kosong di sekitar situs yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang pertunjukan seni budaya.
Area tersebut dapat difungsikan sebagai tempat pagelaran seni tradisional khas Kabupaten Lumajang yang digelar secara rutin.
Ia mengusulkan agar pertunjukan seni seperti tari, wayang orang, hingga kesenian rakyat digelar secara berkala. Misalnya, setiap malam Minggu ditampilkan seni tari, sementara pada hari-hari tertentu digelar pertunjukan wayang orang atau ludruk.
Menurutnya, rutinitas menjadi kunci agar kawasan ini dikenal dan dikunjungi secara berkelanjutan.
“Tentunya untuk memulai perlu dukungan dari pemerintah daerah. Mau tidak mau harus ada subsidi untuk penampilannya selama beberapa waktu ke depan,” ujarnya.
Agus meyakini, apabila pertunjukan seni digelar secara rutin dan konsisten, pengunjung akan mulai berdatangan dan menjadikan Situs Selogending sebagai salah satu destinasi wisata budaya.
Selain itu, penataan kawasan juga dinilai penting untuk mendukung kenyamanan pengunjung. Agus mengusulkan pengaturan jalur masuk dan keluar yang berbeda agar tidak terjadi saling berpapasan.
Area parkir pun disarankan ditempatkan di tanah lapang sekitar situs, sehingga kendaraan tidak mengganggu akses masuk maupun keaslian kawasan bersejarah.
Tak hanya itu, aspek literasi sejarah juga menjadi perhatian. Agus menilai masih kurangnya informasi tertulis yang menjelaskan latar belakang Situs Selogending kepada pengunjung. Oleh karena itu, ia mengusulkan pemasangan papan informasi di beberapa titik strategis.
“Begitu masuk, pengunjung bisa langsung membaca situs ini ada sejak tahun berapa, artinya apa, tata caranya bagaimana,” jelasnya.
Ia juga mencontohkan, keberadaan batu pemujaan di kawasan situs sebaiknya dilengkapi dengan papan penjelasan mengenai usia dan fungsinya di masa lampau, termasuk kaitannya dengan sejarah Mataram Kuno.
Dengan begitu, pengunjung tidak hanya merasakan suasana spiritual dan menikmati pertunjukan seni, tetapi juga mendapatkan pengetahuan sejarah yang utuh.
“Orang datang ke sini bukan hanya dapat feel spiritualnya, tapi juga pertunjukan seni budaya dan literasinya,” pungkas Agus.
Tinggalkan Balasan